Mati Kembar
Akhirnya si kembar kami selimuti hingga kembali terlelap dalam mimpi indahnya.
“Sayang, kebetulan ini belum terlalu malam, aku mau keluar sebentar, ya, soalnya tadi teman kantor telpon ada sesuatu yang perlu di bahas dan mendesak harus sekarang,” ucap Beni meminta izin padaku dengan posisi masih di depan pintu kamar si kembar.
“Iya, Sayang. Pergi aja, aku nggak apa-apa, kok. Nanti aku masuk ke kamar aja,” jawabku menatap ke arah Beni yang tersenyum hangat padaku.
Bab Populer