Sang Penguasa Mutlak
Gumamnya dalam hati, Di penuhi oleh rasa kekaguman.
Saat Lun ya mulai melangkah, dadanya tiba tiba terasa sesak, seolah kebahagiaan itu membawa fakta kesedihan. Kabar tengtang perjuangan sahabatnya itu membuat Lun ya tidak berdaya.
"Jenderal Qing... kau... sangat luar biasa," ucap Lun Ya dalam hati.
matanya mulai berkaca-kaca. "Di Masa kerajaan xuan yang runtuh ini, kau masih sempat membangun pertahanan sekokoh ini, Bahkan ada desa sebesar ini di dalamnya..."