Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rotate

Rotate

Air mata menetes dari mataku. Rayn kini telah menghilang, kereta besar telah membawanya pergi, tidak satupun panggilanku dapat mencapainya. Kedua beast itu melepaskanku. Aku terduduk bersimpuh di atas tanah kotor penuh salju. Kakiku memerah, suhu malam ini sangat dingin. Aku bisa merasakan gigiku yang mulai bergemeletuk saking dinginya. Dengan baju lusuh dan tanpa tempat kembali, para penjaga itu mengambil satu satunya harapanku untuk hidup.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

/Drttt, drtttt Sebuah benda tipis berwarna rose gold itu bergetar. Getarannya menandakan ada panggilan masuk, dan harus segera diangkat. Kyra yang tengah asyik mengasuh dua adik sepupunya pun, segera berlari menuju sofa tempat handphone nya diletakkan. "Hallo? Assalamualaikum," ucap Kyra membuka percakapan dalam telepon itu.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
RAKA NAYA

RAKA NAYA

Ucap Raka yang tak terima Reno hendak menyentuh tangan Naya. "Wih santai dong bro, ganas amat hahah," Reno yang melihat tingkah Raka pun tertawa. Karena ia tidak pernah melihat Raka bersikap seperti itu di depan perempuan. Dan dia yakin jika perempatfinal yang sesng bersama Raka saat ini adalah perempuan yang sangat spesial untuk nya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Kota Suralaya yang dikenal akan kebersihan kotanya itu mendadak menjadi yang terkotor di seluruh Netherville begitu kami, Kelompok Operasi Spesial, menginjakkan kaki di jalan utama kota ini. Banyak tanaman yang layu karena terinjak-injak kaki manusia yang pastinya berlarian ke sana-sini untuk mencari perlindungan ketika kekacauan yang diakibatkan menyebarnya Virus Rusa Zombie yang ditularkan melalui upaya vaksin pencegahan Virus SARS-CoV-2 yang sempat menjadi wabah global. Hampir separuh populasi manusia di seluruh dunia menjadi korban dari keganasan virus tersebut.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

"Gak mau, mau di belakang sama Ara." Kupasrah deh. Membuka pintu belakang untuk membantu Zio dan Ara naik serta menyimpan barang belanjaan. Meski ragu, aku tetap naik dan duduk di sebelah Raka. Berusaha keras mengontrol keinginan untuk tidak menoleh ke arah Raka. Selama beberapa menit berlalu dengan keheningan yang mencekam. "Apa kabar, Rain?" Aku tertawa miris sambil menoleh, "setelah sekian lama, kamu tanya kabarku, Ka?"
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Pria itu berbaring, kepalanya di atas perut Liara. "Terjebak dengan orang tidak waras, bukan masalah," tandas Liara. "Selagi dia punya uang banyak." Hening beberapa saat, saat ini Hagan menarik tangan Liara untuk ditaruh di atas kepalanya. "Sekarang jam berapa?" Tangan Liara menuruti kemauan si lelaki. Memberi usapan pelan di rambut hitam itu. "Tujuh." "Pantas. Aku lapar."
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

“Sialan! Kenapa sih bikin tangga? Nanti gue bangun lift di sini kayaknya.” Sarah mendumel sendiri saking kesalnya. Sarah berhasil mencapai undakan terakhir, berhenti sejenak guna menarik napas. Setelah itu Salah melangkahkan kakinya menuju kamar, hanya membuka pintu kamar setengahnya. Sarah melempar tas yang sedari tadi menjadi beban yang dibawanya. Sarah bertolak menuju rooftop yang berada tepat di samping kamarnya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
ZAHA REBORN

ZAHA REBORN

Di tengah ruangan, terlihat Zaha yang baru saja membanting Ryo ke lantai. Kondisi Ryo sudah tidak karu-karuan, dua tangannya telah patah dan bantingan terkahir membuat beberapa tulang rusuknya ikut patah. Ryo terlihat setengah hancur dan sudah tidak memiliki daya lagi untuk melawan. Namun, bukannya berhenti, Zaha yang terlihat seperti monster, justru semakin bernafsu menyerangnya. Heningnya semua orang, membuat mereka bisa mendengar dengan jelas irama napas Zaha yang terdengar berat, layaknya deru napas hewan buas yang sedang mencabik-cabik mangsanya.
9.8123.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
RADANIA

RADANIA

Dania bangkit lalu menatap Raga, "I love you forever, Raga Arsen Valario." See you next chap:)
9.54.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

Berpakaian tertutup rapi, baju panjang, celana panjang dengan sepatu boot serta topi lebar dengan memanggul keranjang anyaman untuk tempat pucuk teh. Tampak Sofian, mang Asep dan bi Sum sudah menunggu di teras depan. Masuklah dengan beriringan 3 mobil warna putih Nissan Navara SL(NP300) dan 2 Jeep Wrangler Rubicon 4x4. Terlihat Davka melompat turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk anak-anak, kemudian membukakan pintu untuk Almira. Sofian yang melihat kedatangan Davka seketika wajahnya mengeras tampak api amarah di matanya, tetapi sejurus kemudian mimiknya berubah ramah.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai rai zero
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status