GAIRAH MASA LAJANG
pinta bos Pak Dahlan, mendengar nama itu darah ku pun berdesir, namun aku segera mengendalikan diri agar terlihat tetap santai.
“Baik Mas Bram, sepertinya nama Mas udah nggak asing lagi di telingaku walaupun begitu baru kali ini aku melihat sosok Mas yang sebenarnya.” ujar ku diiringi senyum berusaha tetap santai.
“Hemmm... Pasti Mas Ryan tahu nama itu dari Dola, kan?” tanya Bram, makin berdesir darah di tubuh ku.
“Iya, Mas Bram. Tante Dola lah yang sering mengucapkan nama itu, ternyata Mas Bram ini lah suami Tante Dola yang baru itu.” tutur ku meskipun merasa tak enak namun aku berusaha untuk tetap santai.