RANJANG BERDARAH
Salah satu ular dengan bisa paling mematikan itu dia sembelih di hadapan Ridwan dan Sandi, lalu meneteskan darah dan bisanya bersama arang dan kemenyan yang dibakar dalam gerabah tanah liat.
Saat ritual dan mantra dibacakan, tubuh Sandi dan Ridwan bergetar hebat. Dengan mata kepala sendiri, mereka menyaksikan Ifrit kuat dan kejam dibangkitkan. Ruangan itu berguncang, barang-barang berjatuhan. Secara ajaib ular yang semula sudah terpotong menjadi dua bagian, kembali utuh, bahkan tumbuh lebih besar dan menjelma menjadi makhluk mengerikan dengan dahi timbul dan bersisik, tubuh kemerahan dan mengelupas. Lidahnya menjulur panjang sampai perut, bercabang dan bertekstur dengan mata membelalak lebar
Hot Chapters