Mencintai Suami Adikku
Usai berpamitan pada Anisya dan Bang Burhan, aku mengekori Bang Hasan untuk pulang.
Kami bersisian melewati koridor panjang rumah sakit, tidak berbicara atau bertukar pandangan. Hingga aku terhenti di sebuah ruangan yang bertuliskan PERINATOLOGI. Dadaku terasa sesak, saat mengerling lewat jendela lebarnya. Ada beberapa keluarga yang duduk di depan dengan wajah bingung.
“Lihat apa?” tegur Bang Hasan. Suamiku ikut berhenti, dan mengekori arah pandangku.