Home
Memancarkan energi negatif hingga perasaan bersalah serta sakit hatiku menguat.
"Mas, maaf," bisikku lirih. Tidak berani menyampaikan secara gamblang. "Aku nggak tahu kalau kamu bakal bangun. Nggak tahu juga kalau kamu bakal pipis."
Aku menunduk semakin dalam kala Mas Biru menyahut tak kalah lirih. "Aku nggak ngerti," ada jeda cukup lama. "Aku sudah berusaha keras mempersiapkan diri di depan kamu dan juga membangun suasana. Herannya, kenapa malah pas pipis ... kenapa gitu, lho? Kenapa suasananya nggak enak sama sekali? Mana tadi aku pipis banyak banget. Runa, aku nggak ngerti. Selalu aja ada yang membuat kamu tahu sesuatu, yang sama sekali nggak siap kutunjukkan."
Hot Chapters