Tawanan Tiga Tuan Muda
Rosella berdiri di sana sendirian menatap punggung tiga orang yang menaiki tangga itu sampai menghilang di balik tikungan koridor atas.
Sesuatu di dadanya sakit bukan sakit yang bisa ditunjuk lokasinya, tapi terasa nyata, mengganjal di suatu tempat di antara dada dan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa sesak.
Dia siapa sebenarnya?
Rosella menggeleng keras, membuang pikiran itu jauh-jauh.
Bukan urusanku, mungkin dia tamu, mungkin teman lama, mungkin saudara jauh, mungkin rekan bisnis keluarga.