Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Rasa mual naik ke tenggorokannya hingga ia terhuyung dan kembali mencengkeram sandaran sofa dengan napas memburu. Kepalanya berdenyut nyeri. Mulutnya terasa pahit dan kering. Dengan tangan gemetar, Ruenna menunduk memeriksa dirinya sendiri. Pakaiannya masih sama seperti semalam. Masih tertutup. Namun itu tidak cukup. Dengan napas putus-putus, ia meraba lehernya, bahunya, lengannya, lalu pahanya sendiri. Tidak ada rasa sakit yang jelas.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

“Kerasa apa? Sesak atau pengen muntah?” Raniya menggelengkan kepalanya, bingung merasakan apa karena banyak sekali, jadi dia hanya mengatakan yang pasti saja dan cukup jelas dirasakannya. “Hidung mendadak mampet, bikin susah nafas, Mas,” adunya. “Mas ambilin minyak kayu putih sebentar ya!” Abimana bergegas menuju meja di sudut ruangan itu di mana Raniya menyimpan minyak kayu putih sejak semalam. “Ini, dihirup!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

Ranjang Panas Milik Tuan Lukas

Davina pun mencoba menyendok sesuap makanannya tapi dia meringis kesakitan. "Kenapa?" tanya Lukas melihat raut wajah Davina yang berubah. "Apakah makanannya terlalu asin? Atau tak enak?" sambungnya. Davina menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan Lukas. Hanya saja tenggorokanku rasanya sakit sekali untuk menelan, seperti tertancap duri," jelasnya. "Sepertinya kau juga terkena radang tenggorokan," ucap Lukas.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Mereka mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk menahannya! Rasa sesak yang mencekik dengan cepat menyerang! Tenggorokannya terasa seperti dicengkeram oleh tangan-tangan tak kasat mata, paru-parunya terasa perih seperti terbakar, dan pandangannya mulai gelap!
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

tegur Bi Asih yang duduk di samping. “Tidak, Bi. Saya sepertinya harus minum dulu.” Gegas bangkit kemudian melangkah menuju meja makan yang terletak tak jauh dari ruang keluarga. Rasa sesak itu semakin terasa hingga sulit untuk bernafas. Saat hendak memanggil seseorang, suara tiba-tiba saja tidak dapat keluar. Aku segera mengambil gelas lalu menuangkan air dan meminumnya hingga tandas. Bukannya meredakan, tenggorokanku terasa terbakar sekarang.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Wedding Agreement

Wedding Agreement

ungkap Satria. “Memangnya kakek punya penyakit asma, Pah?” tanyanya lagi, terlihat kecemasan dari wajahnya. Satria menggeleng. “Dada terasa sesak itu bukan hanya disebabkan oleh penyakit asma, Key. Dada sesak bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor. Contohnya seperti gangguan pencernaan, seperti refuks asam lambung atau biasa disebut gerd. Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa makanan bisa kembali naik ke atas kerongkongan yang menyebabkan dada terasa panas terbakar dan rasa asam tajam di mulut. Sensasi dada sesak dan perut mulas dari refluks asam lambung ini bisa terasa mirip dengan serangan jantung. Ini karena jantung dan esofagus yaitu kerongkongan letaknya berdekatan dan memil
1045.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Magang Jadi Istri CEO

Magang Jadi Istri CEO

Tenggorokanku tercekat, dada terasa sesak, dan air mata tiba-tiba jatuh begitu saja tanpa bisa kuhindari. Aku ingin sekali menyangkal. Ingin percaya kalau alat itu salah, ya ... salah. Tapi tubuhku ... reaksi-reaksi yang akhir-akhir ini aku rasakan ... semuanya mulai masuk akal dari sekarang, saling berhubungan satu sama lain. Aku memejamkan mata, mengadahkan wajahaku, tak tahu lagi apa yang harus kulakukan setelah ini. “Gue harus gimana?”
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Baby Sitter Sang CEO

Baby Sitter Sang CEO

Saga berdeham beberapa kali seolah ada sesuatu yang mencekat tenggorokan. Reres menatap terlihat sedikit cemas. "Lo sakit?" Saga mengangguk cepat, Reres lalu mengecek kening Saga, memegang bibir Saga, membuat pria itu dengan cepat membuka mulut. "Enggak demam, enggak radang juga." Gumam Reres. "Tapi gue enggak enak body." "Yaudah istirahat aja." "Lo tetap pergi?" Saga bertanya entah mengapa ia berharap Reres menjawab ia akan tinggal.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Yang Kau Bilang Miskin

Yang Kau Bilang Miskin

Ah mungkin asam lambungku naik, semalam dan pagi ini menunya pedas semua. Tetiba dadaku sesak, aku kesulitan bernapas hingga aku terbatuk. Makin lama makin sesak, batukku tak kunjung reda. Tubuhku lemas, aku limbung. "Eis!" Aku berusaha teriak. Suaraku tercekat. Kepalaku pusing hebat, perlahan pandanganku kabur, keringatku mengucur deras, makin lama makin gelap.
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 893 kali sebagai rasa sesak di tenggorokan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status