Angkasa Merah di Kota Kertas
Begitu sentakan mural dan rekaman membangkitkan itu, segala emosi yang selama ini terpendam justru membuatku sangat terpukul.
Jadi, aku hanya terdiam, menatap radio kecil bersama earphone yang Helva sebut sebagai: “Itu perekam suara, Idiot.”
“Aku benci sekali perekam suara,” kataku, merujuk pada kakakku. Jadi, di depan Helva, aku memasang earphone, dan memutarnya.
Bodohnya, aku langsung mengeras dengan mata membeliak.
Bab Populer