Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
Hanya air mata yang mengalir deras di wajahnya.
“Penyesalanmu tidak ada artinya, Randy.” Suaranya dingin, bergetar namun tegas. “Kata maafmu tidak bisa menghapus semua yang sudah terjadi. Kau tahu… karena penyesalanmu yang terlambat, hatiku sudah tidak utuh lagi.”
Randy mendongak, matanya merah basah. “Hati tidak utuh? Apa maksudmu, Mora?”
Amora tersenyum getir, menyeka air matanya yang terus jatuh. Ia menarik napas panjang sebelum bicara, lalu kenangan pahit itu kembali menyayat hatinya.