Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

Begitu pula dengan wanita itu, matanya terbelalak kala bersitatap dengan Jingga. “Pelangi?” gumam Jingga dengan tatapan tak percaya. Adiknya tumbuh dengan baik. Dia cantik dan berpenampilan menarik. Jadi, wanita yang barusan Jingga anggap sebagai wanita beruntung karena memiliki suami baik, ternyata Pelangi. Jingga tersenyum, bertahun-tahun tidak bertemu membuatnya rindu pada Pelangi. “Lama nggak bertemu, Ela. Gimana kabarmu?”
10220.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai review novel laskar pelangi
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Halamannya berwarna gading pucat, tulisan di dalamnya bercahaya lembut, dan di halaman pertama tertulis: “Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.” Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut: “Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.” (Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Cinta Seorang Pengasuh

Cinta Seorang Pengasuh

High heels yang menopang kaki rampingnya itu terantuk-antuk di lantai. “Ini hasilnya, Tuan,” katanya sembari menyerahkan kertas tersebut. Adimas hampir tidak memercayainya. Ia langsung memeriksa hasil pekerjaan wanita itu dan sedikit tersentak. Bagus dan rapi. Hasil ketikannya mudah dipahami dan rapi. Jauh lebih baik dari harapan Adimas. Tampaknya, benar kata Chris, Laras adalah orang yang cocok.
1073.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Perjalanan Yang Mendebarkan

Perjalanan Yang Mendebarkan

“Aku tahun ini sudah 43 tahun, lho!] [Apa? Nggak kelihatan sama sekali, mirip seperti kakaknya Tina. Seharusnya aku panggil kamu kakak!] “Dasar si mulut manis! Sudahlah, aku nggak mau meladenimu lagi, makin dibahas makin menjadi-jadi!] Setelah itu kami berdua tidak lagi saling berkirim pesan. Dia tetap duduk di pangkuanku, sementara aku reflek memeluk pinggulnya yang montok dari belakang tanpa melakukan tindakan nekat lagi. Hanya saja, entah mengapa muncul rasa hangat yang aneh dalam hatiku, sebuah perasaan yang sangat nyaman dan sulit dijelaskan terus berputar di dalam hati. Sensasinya benar-benar luar biasa indah! Saat tiba di Gunung Merpat, waktu sudah mendekati siang hari. Di kaki gunung
15.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sang Pelindung Turun Gunung

Sang Pelindung Turun Gunung

'Vila ini saja pasti bernilai puluhan juta, bukan? Victoria Cross segera keluar dengan cepat, gaun off shoulder-nya menonjolkan pinggang rampingnya, tulang selangka halusnya dilengkapi dengan liontin kalung platinum yang secara tak terhindarkan menarik tatapan orang ke celah pegunungan bersalju, membuatnya tampak genit sekaligus memesona. Victoria Cross mengerutkan kening, "Mengapa kau baru tiba?"
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

Lena langsung menghambur ke samping tempat tidur Ayla. “Aylaaa! Ya ampun, jagoannya ganteng banget! Ini mah copy-paste wajah Abhi tapi matanya mirip kamu banget!” seru Lena antusias, meski matanya sendiri masih merah karena habis menangis di luar tadi. Rian menepuk bahu Abhi dengan keras. “Selamat, Papa Baru! Siap-siap begadang dan jadi ahli ganti popok ya!”
10681 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Dia tahu saat melakukan perjalanan waktu ke tahun 1996, di malam pesta sebelum kelahirannya, dia melihat Larasati muda yang sedang hamil tua bersenandung pelan lagu Walang Kekek dari album ini untuk menenangkan bayi dalam perutnya—menenangkan Elang. Itu adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Larasati tenang di tengah tekanan Barata. "Saya pernah mendengar Nyonya bersenandung lagu ini pelan saat Tuan Barata sakit kemarin," dusta Elang dengan mulus. "Saya mencari cetakan aslinya di pasar antik jalan Surabaya. Konon, lagu ini membawa ketenangan." Larasati mendekap piringan hitam itu ke dadanya. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya jatuh.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Pergi Setelah Dimaki Jalang

Pergi Setelah Dimaki Jalang

Jalang, akhir kata itu muncul lagi. Kemarin Yasmin juga memanggilku jalang. Suaminya Yasmin pun bicara begitu. Memangnya hal menjijikkan apa yang sudah kuperbuat? Aku melihat pantulan diriku di pintu kaca. Pakai celana bahan, bukan rok, sepatunya pantofel, bukan hak tinggi, penampilanku sopan, tidak dandan menor, atau pakai baju aneh. Dengan tidak berdaya aku bertanya pada rekan kerja, "Kenapa kalian panggil aku jalang? Memangnya kenapa?"
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Istri Wasiat Sang Pewaris

Istri Wasiat Sang Pewaris

Jawab Karina mewakili suaminya. Sekar terkirim mendengar kalimat menantunya. "Kok malam kamu yang kelihatan cerah Rin, apa Alfan Mainnya terlalu lembut ya? " Bisik Sekar membuat wajah Karina memerah.Lembut apanya? "Bukan begitu mah, " Karina berkata dengan nada canggung, dan bingung juga mau jawab apa. Rin Papah sama Mamah ada kado buat kalian, ", sela Radit lalu mengeluarkan dua tiket pesawat.
10735 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

Modus sama brian! Cahaya tertawa,”hahahah” “ngaco lu mana mau brian sama gw. Gw kan kasar!” Cahaya melirik kearah brian yang hanya tersenyum melihat obrolan cahaya dengan yuli. Cahaya kembali meneruskan,”Aku tiap hari baca buku-buku karya Tere Liye, Boy Chandra, sama Fiersa Besari.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai review novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status