Kelas Rahasia Bersama Teman Kakakku
Layla mengembalikan daging itu ke panggangan, lalu meminum air lime-tea nya banyak-banyak.
“Oh, iya, kah? Sorry.” Poppy buru-buru memeriksa daging itu dan memasaknya lagi.
Namun, baru ingin memindahkan daging yang sudah matang, ponselnya kembali bergetar. Lagi-lagi, Regan yang menelepon. Poppy sekarang jelas-jelas berdecak jengkel. Pria itu seperti tidak mengenal arti penolakan.
“Angkat aja, gak apa-apa,” ucap Layla sambil berdiri dari kursi. “Aku refill minum dulu, ya.”
Hot Chapters