Suamiku Jadul
kataku kemudian.
“Bukan, Dek, Abang bermain logika,”
“Logika apaan?”
“Rara kurus, mudah untuk diselamatkan,”
“Hmmm,”
“Jangan marah dulu, Rara gak pande berenang, sedangkan adek pandai, bahkan jago lagi, logikanya gak mungkin adek tenggelam, makanya kuselamatkan Rara, jadi selamat dua-duanya.”
“Hmmm,” jawabannya masuk akal, akan tetapi aku tetap tak suka.