Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindu Untuk Farhana

Rindu Untuk Farhana

Namun, ternyata Tuhan masih berbaik hati mengembalikanmu menjadi milikku lagi. Akan tetapi, kamu salah jika berpikir rindu ini telah usai. Karena pada kenyataannya, di setiap helaan napas, di setiap ucapan dan di setiap langkahku, hanya wajahmu yang muncul dalam ingatan. End.
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Memang tak harus memiliki Itulah yang membuatku Berusaha melupakanmu Tapi rasa rindu ini Bagaimana caraku untuk bisa menghilangkannya? Akankah hati ini terus tersiksa Pada rindu yang tak bertepi? Yang membuat air mata ini jatuh. *** "Tentang rindu yang terpendam" Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
RINDU SETELAH BERCERAI

RINDU SETELAH BERCERAI

Pria itu mengangguk dengan senyum penuh keramahan dan membiarkanku pergi meninggalkan pasar. Di tengah jalan, saat hendak pulang ponselku berdering, aku menepi untuk menjawab pesan. "Halo assalamualaikum Mas Rudi?" "Waalaikumsalam fat, apa kabarmu?" "Aku baik-baik saja Mas, bagaimana kabarmu? sudah berhari-hari kau tidak menelponku jadi kupikir kau mungkin tidak memikirkan atau merindukanku," ucapku sambil tertawa menggodanya.
8.519.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

Tenggorokannya terasa haus dan hendak menikmati segelas jus jeruk. Namun langkahnya terhenti ketika diambang pintu tiba-tiba Alvin sedang melipat kedua tangan sambil menatapnya dengan tatapan curiga. "Abang kenapa ngelihat aku seperti itu?" Ujar Rindi. Kedua alis perempuan itu saling tertaut. "Bukan apa-apa sih. Abang cuma penasaran aja bubuk apa yang kamu suruh anak buah Abang menaburkannya di rumah itu?"
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Apakah kau murid Raja Maut yang tinggal di Bukit Semberani!" "Bukan!" jawab Rindu Malam. "Tapi aku memang tinggal di dasar Bukit Semberani. Jauh di kedalamannya sana." Percakapan terhenti karena gangguan sinar kuning yang melesat menghantam Baraka dari belakang. Claaap...! Tapi Rindu Malam segera berkelebat ke samping dan sentakkan tangannya. Telapak tangan keluarkan sinar merah yang segera menghantam sinar kuning itu.
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 855 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Rafnindita

Rafnindita

Tanpa ragu, Anin mempersilahkan Aldifan masuk ke dalam apartemennya. "Jangan dulu duduk! Gue ambil anduk dulu, bentar ya!" Titah Anin, Aldifan menurut saja. Sambil menunggu Anin, Aldifan mengedarkan pandangannya. Ia memperhatikan seisi apartemen Anin yang furniturenya mayoritas berwarna beige. Terlihat sangat estetik. Dua menit kemudian, Anin datang dengan handuk berwarna hijau mint di tangannya. Ia membantu Aldifan mengeringkan tubuhnya walau tubuh Anin pun masih basah. Setelah dirasa tubuh Aldifan sudah sedikit kering, ia menyuruh Aldifan untuk mengganti pakaiannya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

teriakku, karena suasana dalam barak sudah diluar kendali, rame sekalii. “Rin, mau gabung gak?” tanya Ida. “Boleh,” jawab Irine dengan suara halusnya, sehalus sutra. Kami berkeliling, sambil cerita asal-usul kami, sesekali bercanda. Lokasi camp ini indah sekali, dikelilingi oleh perkebunan strawberry dan berbagai sayur, bunga mawar tumbuh liar disini, meskipun sepertinya jauh dari pemukiman penduduk.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

Namun tak lama setelah itu, ia kemudian menelepon lagi. “Ada apa lagi sih Za. Plisss….aku tidak mau berantem.” “Ciye…ada yang ngambek. Digoda begitu saja ngambek, jangan ngambek dong! kalau ngambek, nanti siapa yang mengobati rinduku. Senyum dong….senyum.” Ah, dasar. Bisa saja membuatku luluh. “Dasar ngombal.” “Begitu dong…” “Tadi mau cerita apa?”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

“Kalau itu membuatmu tenang…” Ganindira semakin menangis setela mendengar ucapan Ganesha. Hatinya sangat sedih saat mengingat segala kenangannya saat masih bersama Axell. Hatinya sudah terisi penuh dengan nama Axell. Seperti rintik hujan yang akan menggenang kalau terus turun, seperti itulah perasaan Ganindira terhadap Axell. Cinta Ganindira tulus kepada Axell, begitu juga sebaliknya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai rindu alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status