PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....
“Maafkan, Ayah. Selama kamu lahir di dunia ini, Ayah selalu menyakiti perasaanmu. Ayah tidak pernah memberikan kasih sayang layaknya orang tua yang baik. Ayah sangat egois. Kamu anak Ayah yang paling menerima semuanya, Rin. Kamu bisa melupakan semua rasa sakit itu untuk menolong Ayah saat sedang dalam kondisi kritis. Ayah baru menyadari sekarang. Ayah memang sangat keterlaluan dan jahat kepadamu.”
Baru kali ini juga, Rindu mengetahui sang ayah menitikkan air mata, bahkan penuh rasa penyesalan. Ia merasakan kehangatan dalam pelukan yang baru sekali ini dirasakan. Ini pengalaman pertama yang membuat perasaan haru di dalam dada terasa meledak-ledak. Sulit untuk tidak melinangkan air mata.