Partner In Crime
Mereka tersenyum kepadaku sambil menjabat tanganku pelan.
“Maafkan atas keterlambatan kami, kami tidak pernah mengetahui Manila seperti apa,” ungkap seorang pria sambil menundukan kepalanya.
Aku mentolerir kesalahannya, lagi pula ketika aku pertama kali datang kemari, aku bahkan kebingungan dengan rute jalan yang berbeda dengan di Indonesia.
“Perkenalkan namaku Rendi, dan dia Sutoyo. Kami utusan dari Perusahaan Mictratech yang ingin bekerja sama dalam kawasan regional ASEAN,” ucap pria tersebut sambil menjulurkan kartu nama dari saku celananya.