Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati
Ia menelusuri bekas-bekas itu dengan ujung jari, lalu menunduk mencium satu per satu, seperti permintaan maaf sekaligus ucapan terima kasih.
“Aku akan buatkan sarapan,” kata Tora akhirnya, meski tubuhnya sama sekali tak mau bergerak. “Telur mata sapi, roti bakar, kopi hitam untuk aku, kopi susu untuk kamu…”
Lestari mengangguk, tapi tangannya malah menarik Tora lebih dekat lagi. “Nanti saja. Sekarang aku cuma mau gini dulu.”
Tora tak membantah. Ia kembali mencium bibir Lestari—pagi ini ciumannya ringan, manis, penuh janji baru.
Hot Chapters