Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

batin Zahra melahap roti suapan Ani. "Hhhmm, benar kata sepupuku ini, rotinya emang enak," puji Zahra dalam hati. "Pie, enak enggak Nduk?" tanya Rita menggulung plastik bekas wadah roti bakar. "Enak, Bulik, beda sama biasanya," ucap Zahra tersenyum. Ibu Maemunah muncul usai mandi. "Ta, sampean sudah masak belum, itu kasihan belum pada makan," ucap ibunya Zahra menggulung rambutnya memakai handuk.
105.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

"Bu, kenapa harus malu? Banyak orang yang sukses jadi penjual makanan. Bukan tak mungkin nanti Ranti berkembang menjadi pengusaha. Dan yang penting, Ibu harus mencicipi dulu roti buatan Ranti." Bayu membuka boks roti dan mengambil satu roti dengan bentuk panjang dengan irisan pisang di atasnya. "Cicipi dulu, Bu. Roti pisang coklat, favorit ibu biasanya." Ada keengganan yang jelas terlihat di mata Ranti saat ibu mertuanya itu mengunyah sobekan roti yang diberikan oleh Bayu. Jujur, hati Ranti sedih saat melihat sikap mertuanya itu.
952.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Balik Lelaki Miskin Adalah Lelaki Kaya

Rahasia Di Balik Lelaki Miskin Adalah Lelaki Kaya

Kata Gebriella sambil melihat ke atas awan dan menghirup udara segar. "Rooottti... Rrrroooottiii..." Teriak ibu' Tukang Roti R&V dengan menggunakan sepeda. "Nona Ella, tidak beli roti Non?? Hehehe.." Kata Ibu' itu yang kali ini tidak menutup wajahnya dengan kain berbentuk cadar. "Eh, ibunya Ayuan yah??? Ibu' juga menjual roti ini?? Oh iya, Ayuan mana bu'...??" Tanya Gebriella sambil memilih roti.
8.8299.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
1KG BERAS DARI IBU

1KG BERAS DARI IBU

ujar Yuni memecah kecanggungan. "Itu juga kue, Emak yang buat. Emak bahagia sekali akhirnya kamu pulang, Ji!" Sambung Rusni menunjuk kue yang dia buat sore tadi. Satu tangan Rusni mengusap punggung anak pertamanya dengan penuh kasih sayang, tidak berubah sama sekali. "Iya, Mak, Roji pulang tapi justru semua orang tidak ada di rumah." jawabnya jujur, terdengar sedikit kecewa dalam nada suaranya.
9.9176.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
William, Aku Ingin Bercerai

William, Aku Ingin Bercerai

Matanya juga tampak berkaca-kaca. "Roti bikinan bibi sangat mirip dengan roti buatan ibuku. alasannya juga sama, dia selalu buat roti ini setiap kali aku menangis.Dia mengatakan roti ini bisa menenangkan hati kita dan aku percaya itu benar-benar bisa menenangkan hati kita." Ujar Emely memasukkan roti itu ke dalam mulutnya. "Rasanya begitu persis."Gumam Emely.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Milik Sang CEO

Milik Sang CEO

"Kalau Ayah bilang dulu memangnya kamu mau apa?" "Aku akan buatkan kue kesukaan Ayah." Ayah sedikit mengangkat salah satu tangannya, memperlihatkan kantong kresek putih dengan merek Toko Roti terkenal. "Roti dengan isian srikaya." Aku tersenyum lagi saat mendengarnya. Walau Ayah tak selalu ada di saat aku membutuhkan dukungan, tapi Ayah tidak pernah lupa akan makanan kesukaanku.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

tanya Rindi. Putri dengan cepat menganggukan kepala, "Berani, Putri 'kan sudah besar sekarang." "Ya sudah, kalau begitu Mama sama Nenek berangkat dulu." Rindi beranjak dari duduknya. "Putri jangan lupa makan, Nenek sudah masak untuk kamu." Sebuah pesan diucap Bu Inggar untuk cucu kesayangannya. Bocah itu hanya mengangguk kemudian menyunggingkan sebuah senyuman.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Terindah

Bukan Surga Terindah

Mbok Min muncul dari dapur, membawa nampan dengan piring berisi roti bakar yang masih hangat. Mata Aida mengerjap cepat, lantas menoleh pada ART-nya tersebut. "Iya, Mbok?" "Saya buatin roti bakar untuk Bu Aida." Wanita paruh baya itu meletakkan nampan di atas meja. "Saya lihat tadi Ibu nggak ikut sarapan. Jadi, saya buatkan roti buat ngemil." Aida menggeleng, wajahnya cemberut. "Makasih, Mbok. Tapi, aku lagi nggak nafsu makan."
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan

"Beliau selalu beraroma seperti ragi dan mentega. Tangan beliau memang penuh kapalan karena bekerja keras, tapi usapannya di kepala hamba selalu bisa mengusir rasa takut apa pun." Amira tertawa kecil, suara tawa yang sangat renyah. "Ibu sangat pintar membuat roti. Dulu, setiap kali toko roti kami baru buka di pagi hari, aroma roti gandum hangatnya bisa tercium sampai ke ujung jalan. Beliau selalu bilang... makanan yang dibuat dengan kasih sayang akan selalu sampai ke hati orang yang memakannya."
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

amjawabku sambil menelan air liur. Roti bagelen, roti kering bertabur gula pasir, sangat cocok jika dicelupkan di teh hangat. Dulu waktu kecil ketika aku sakit, ibu selalu membelikan roti itu untukku dan sampai sekarang aku masih menyukai roti legend itu. "Biar Ibu saja yang belikan, sekalian Ibu mau beli kerupuk untuk nanti malam. Kayaknya kurang itu."
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai roti ibu saya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status