Pembalasan Terindah untuk Wanita yang Menyakiti Ibuku
Liqa pun mengikuti langkah kaki Citra, Stella segera masuk ke kamarnya dan Stefan masih ada di garasi mobil.
"Silahkan duduk, tunggu sebentar ya?" kata Citra.
"Iya, Tante," sahut Liqa.
Liqa masih mengagumi interior rumah Citra yang menurut Liqa sangat modern.
"Andai aku punya rumah seperti ini" kata Liqa dalam hati.
"Ayo kita makan, pasti sudah lapar," ajak Citra yang sudah muncul lagi di hadapan Liqa.
"Kamu pasti belum makan, ayo," ajak Citra lagi.