Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku
Satu kata yang langsung berada di dalam benak Elen, ia kembali mengembuskan napasnya sebelum kedua kaki itu bergerak sesuai arahan dari sang suami.
"Kamar nomor 15." Elen menghitung nomor-nomor kamar yang saat ini tengah ia lewati.
"11, 12, 13, 14, 15." Tepat saat kedua mata dan mulut sinkron menyebut nomor 15, kaki milik Elen langsung berhenti.
Di depannya saat ini, kamar pasien dengan nomor 15, sesuai dengan petunjuk dari sang suami. Namun, di luar ruangan tersebut tidak ada satu orang pun.
Hot Chapters