Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

"Bagaimana dengan permintaanku tadi?" Eyang mende-sah. "Tidak bisa, Helen. Eyang hanya donatur di sekolahmu, bukan pemilik sekolah." Aku merengut. "Kalau begitu jangan salahkan aku kalau aku menendangnya dengan caraku sendiri!" Eyang hanya menggelengkan kepala dan segera menaiki mobilnya. Rumah Eyang terletak di satu komplek yang sama. Sebuah rumah bergaya Jawa yang luas dan megah. Di sana Eyang tinggal dengan setengah lusin rewang. Dia tak pernah mau diajak tinggal bersama anak dan menantu.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Tiba di rumah eyang aku langsung bergegas masuk, beliau dan dua pembantunya sedang berkutat di dapur saat aku tiba, gegas kuhampiri sembari menyuarakan panggilan padanya. Beliau meninggalkan pekerjaan yang seharusnya jadi tugas pembantu, lalu mengajakku duduk di sofa memanjang dekat jendela besar, dengan bagian atas membentuk busur, layaknya gaya Eropa kuno, eyang memang penyuka semua hal klasik, hampir sebagian barang di rumah ini bernuansa jadul. "Loh, mukanya kok kusut banget, Bi?" tanyanya, aku mengembuskan napas lelah.
1063.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

Hari ini, setelah berziarah ke makam Ibu mertua, aku dan Mas Azka menuju ke perumahan yang sudah kami beli untuk tempat tinggal kami nanti. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Akhirnya, kami tiba di kawasan perumahan elit di Jakarta. Awalnya aku sempat protes. Sebab, tempatnya terlalu jauh kalau ingin pergi ke rumah Eyang. Ya, tempat berlabuh kami sekarang adalah ke rumah Eyang. Setelah kami keluar dari rumah Ibu, mungkin akan jarang kami berkunjung ke sana, bisa jadi tidak akan pernah berkunjung karena Ibu tidak ada lagi di sana. Karena keinginan Mas Azka yang sudah memimpikan ingin memiliki rumah mewah hasil dari keringatn
5.545.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Istri Muda sang Hot Duda

Istri Muda sang Hot Duda

Saat matanya mengedar ke salah satu ruang yang terletak diantara kamar mertua dan kamar adik Ayunda, Elang tertegun dan terdiam untuk beberapa saat. Di sana, di dalam ruang yang tidak bertirai dan tidak berpintu, Elang menyaksikan kelima penghuni rumah tersebut sedang khusu' melaksanakan ibadah pagi bersama, yang dipimpin oleh mertua lak-lakinya. Ada rasa malu dalam diri pria itu. Hidupnya yang bergelimang dengan harta justru membuat dia melupakan rasa syukur yang sebenarnya. Elang pun bergegas ke kamar mandi dan untuk beberapa saat dia terdiam di sana dengan segala pemikiran yang sedang berkecamuk hebat.
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

, pikirku polos. Aku keluar dan berjalan di samping Ayah untuk masuk ke dalam rumah orang yang bernama Eyang ini, di dalamnya terlihat ada banyak orang dengan penampilan mengesankan dimana hampir semua laki-laki memakai kemeja rapi dan jas serta rata-rata seperti sosialita yang dari ujung kepala memakai barang-barang branded. Aku masih terus memandangi semua orang di dalam rumah ini sampai akhirnya mataku tak sengaja bertatapan dengan seorang perempuan renta yang terduduk di atas kursi roda, perempuan tua itu memakai baju yang menurutku harganya pasti mahal, badannya terlihat kurus namun wajahnya masih terlihat segar dengan garis wajah yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Bayang Masa Lalu

Bayang Masa Lalu

Rama berjalan menuruni tangga, menyusuri area rumah keluarga besar itu. Berkeliling di lantai satu, tidak terasa Rama telah sampai di depan kamar yang memiliki nama. Ruang kerja Haris, begitulah yang tertulis. Karena kamar tersebut adalah ruang kerja ayahnya, Rama memberanikan diri memegang gagang pintu hendak membukanya. Namun, pintunya terkunci. Apa mungkin disimpan kakek? Deru suara mobil terdengar sampai ke dalam. Siapakah gerangan penghuni rumah yang pulang? Clif berjalan mendekat ke arah jendela, untuk melihat si pemiliki mobil tersebut.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

"Rumahmu?" Aya sejenak tercekat, dia memandang rumah lumayan besar di hadapannya. Tampak mewah dari luar, hunian dua lantai bernuansa abu-abu dan putih. "Terima kasih, Pak." Rey mengucapkan terima kasih pada sang supir yang berlalu setelah mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru kilat di hadapannya.
1057.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Nada bicara Rangga terdengar dingin dan tanpa perasaan. Namun, aku melihat sesuatu. Dia diam-diam memberi Wina sebuah isyarat dengan tatapan mata. Dia pikir itu cukup tersembunyi, tapi dia tidak tahu aku memang sudah tahu dari dulu. Tanpa sepengetahuanku, dia membeli sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Wina jelas memahami maksudnya. Dia berpura-pura cemberut kecewa, lalu diam-diam mengambil kunci dari saku mantel Rangga yang tergantung di rak, kemudian keluar dari rumah.
14.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Akhirnya Elard,Owen dan Glesa Akhirnya sampai di kediaman Elard. “Selamat datang dirumahku.” Ujar Elard Owen dan Glase melihat rumah Elard untuk pertama kalinya. “Wahh Wahh ternyata Kau sudah memiliki rumah yang begitu besar.” Ujar Owen “Ini semua berkat usahaku sendiri.” Ujar Elard “Ohh ya disini hanya ada 2 pembantu karena kau tahu aku tidak suka panyak pekerja rumah karena aku jarang dirumah beberapa hari ini.” Ujar Elard
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

tanyaku, berusaha mengalihkan perasaan yang mulai menguasai hati. "Bu, tadi waktu kami pulang sekolah, kami lewat depan rumah Nenek. Di sana ramai sekali, Bu," kata Adnan penuh semangat. "Benar, Bu," sahut Malik, putra keduaku yang berusia sembilan tahun. "Kayaknya Nenek lagi ngadain hajatan. Banyak makanan di sana." "Bu, Ami lapar," celoteh Ami, putra bungsuku yang baru berusia tujuh tahun. "Kita ke rumah Nenek, yuk! Kata Ibunya Diah, Nenek motong banyak kambing,"
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status