Librairie
Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Rumah Risa

Rumah Risa

Suara deringan yang membingungkan terdengar di seluruh rumah, diikuti oleh langkah kaki yang berat dari dalam. Pintu terbuka, dan seorang wanita tua yang berpakaian serba hitam berdiri di ambang pintu. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Nyonya Harper, pengurus rumah tangga. "Selamat datang di Rumah Keluarga Wijaya, Laras," katanya dengan suara serak yang tampaknya mengandung banyak cerita. "Kami senang Anda bisa datang. Mari, aku akan menunjukkan ke kamar Anda."
101.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 20 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Sementara itu, Ibu yang baru datang dari Menteng hanya terdiam seribu bahasa saat aku menunjukkan foto lama yang dikirim Kakek Wiraatmadja. "Ibu... ini di Malang, kan? Dekat Gubukklakah?" tanyaku hati-hati. Ibu mengangguk pelan, jemarinya gemetar menyentuh foto itu. "Itu rumah masa kecil Ibu, Bim. Sebelum semuanya hancur karena sengketa keluarga. Ibu pikir tempat itu sudah rata dengan tanah. Kalau Kakekmu minta kamu ke sana, berarti ada sesuatu yang tersisa di bawah pondasi rumah itu."
1083.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.8K fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Bab 27: Mendekati Musuh Harum teh Earl Grey dan aroma patisserie Prancis mengisi udara ruang tamu Alessia yang luas. Warna abu-abu monokrom mendominasi interior modern rumah barunya, memancarkan kesan dingin sekaligus elegan. Sebuah lukisan abstrak berukuran besar tergantung megah di dinding di atas fireplace minimalis, menangkap kilauan mata dingin Alessia saat ia menatap cangkir teh porselen di hadapannya. Jari-jari lentiknya mengetuk perlahan tepian cangkir, menahan gejolak di dadanya. Bu Widya, ibu Adrian, duduk di sofa tunggal di seberang Alessia, mengenakan gaun brokade dengan perhiasan berlian berlebihan yang memancarkan silau di bawah lampu gantung kristal. Wajahnya berseri-seri, sen
10850 VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 34 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Tergusur Dari Rumah Mertua

Tergusur Dari Rumah Mertua

Menurutnya, apa yang dilakukan wanita itu sangat meremehkan kondisi rumah ini. "Heh ... sombong sekali orang ini. Sekaya apapun dia di kampung, tetap tidak bisa meremehkan Mama. Rumah ini memang sudah tua dan kurang terawat. Tapi apa mereka tidak tahu, jika rumah seperti ini harganya ga main-main di Jakarta. Bisa buat beli setengah lusin mobil seperti yang mereka pakai," gerutu Tiara tak berkesudahan.
101.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 60 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

★★★KARTIKA DEKA★★★ Bu Ipah, Iwan dan Kek Warno sudah berdiri di depan pintu gerbang, sebuah rumah megah meski bergaya klasik. Rumah itu tampak paling mencolok dibanding rumah-rumah lain di sekitarnya. Rumah itu terlihat lengang dengan aura mistis yang sangat kental. Tampak sebuah patung kuda berdiri gagah di depan rumah itu. Patung kuda berwarna coklat keemasan, dengan dua kaki depan terangkat ke atas.
1032.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 741 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Rumah Tanpa Sosok Papa

Rumah Tanpa Sosok Papa

] [Apa Susan baik-baik saja? [Aku tidak bermaksud menyakiti kalian berdua.] [Tolong, angkat teleponnya.] Aku tidak membaca satu pun pesan itu. Saat pesawat mendarat di Losanare, Susan sedang tertidur pulas. Kepala kecil Susan bersandar di bahuku, menyisakan bekas air mata yang mengering di bulu matanya. Aku menggendong Susan turun dari pesawat dan naik taksi menuju rumah lama mendiang ibuku. Itu adalah sebuah rumah kecil di pinggiran kota yang tenang. Tidak ada yang mewah, hanya terdiri dua kamar tidur, dan sebuah beranda yang dilengkapi kursi goyang. Cat dindingnya sudah mulai mengelupas, tetapi rumah itu milik kami. Ibuku mewariskannya bertahun-tahun yang lalu.
4.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 153 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Mba Sri yang masih bersikap santai jadi ikut tertawa, "Beneran Ibu-ibu, Saya pemilik baru rumah ini. Itu suami saya, yang barusan ngomong di depan." Tawa Ibu-ibu langsung berhenti. "Beneran Mba Sri?" Bu Dwi menatap Mba Sri dari atas ke bawah. "Eh iya lho, Bu-ibu. coba liat, deh, penampilan Mba Sri. Keren. Ck, ck, ck." "Halah, paling juga semuanya pinjeman, Bu! Iya, kan, Mba Sri?" Bu Rani mencebik.
10.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 369 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

tanya Tio. "Kerja lah, Mas. Memang kamu yang hanya di rumah dan pengangguran bisa kasih aku perhiasan. Sudah bagus aku nggak pernah menuntut kamu. Oh ya, aku kira aku akan beli rumah untuk kita tinggal. Rumah ini sudah tak layak," jawab Mila dengan menengok semua penjuru rumahnya. Memang jauh dari kata layak. Rumah bertembok kayu dan triplek. Serta sering bolong. Tikus dan kecoa sering masuk dari lubang. Siapa yang tidak risih dengan hal itu. "Masa iya kamu kerja di tempat Reva langsung banyak dapat uang. Mana mau beli rumah segala. Katakan kamu dapat uang dari mana, Mila?" tegas Tio.
16.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 414 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku [Lihat ini, bagus sekali kan? Kamu dapat oleh-oleh apa dari suamimu, Shanum?]" Pesan dari Eva, calon istri dari teman sekantor suamiku sekaligus sahabatku di waktu SMA dulu. Ia memperlihatkan sebuah Bros motif pintu Aceh berwarna gold, manis sekali.
104.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 157 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
JODOH DEPAN RUMAH

JODOH DEPAN RUMAH

tanya Kirana khawatir. "Sebenarnya, Mama dan Papa sudah berencana untuk menjual rumah kita. Kami tidak mau terus-menerus merepotkan Ronald. Rencananya, setelah rumah itu terjual, kita akan membeli rumah baru yang sederhana dan sebuah kios. Papakamu kan sudsh tidak bisa bekerja. Mama mau membuat toko roti. Kamu kan juga pandai membuat roti. Kita bisa mengelolanya sama-sama," ujar Mamanya. "Lagipula, kondisi Papa kamu sudah membaik! Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi!" lanjut Mamanya.
107.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 181 fois en tant que rumah eyang
Read
+Librairie
Dernier
1
...
5678910
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status