Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KARMA

KARMA

POV RARA Sebulan berlalu, kami semua sudah pindah dan menempati rumah baru. Rasanya rumah semakin bernyawa dengan berkumpulnya kami. Mas Bima dia tidak membiarkan kami bekerja sedikitpun untuk merapikan rumah ini. Semua diurus pembantu. Namun tidak dengan makanan, kalau makanan aku dan Mama yang mengambil alih untuk memasak. Mama, dia sangat menyayangi Eyang seperti orang tua sendiri. Begitupun dengan Eyang.
9.7204.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

"Sekarang jadi rumah kita!' sahut Yin Yin sambil tertawa cekikikan. Yin Yin langsung berlari kencang menuju ke dalam rumah kecil ini diikuti oleh Shin Kui Long. 'Ini rumahmu ya?" tanya Kui Long. Dewa Iblis Gerbang Neraka ini kagum terhadap rumah kecil yang rapi ini. Di depan rumah kecil ada taman bunga dan juga kolam untuk memelihara ikan. "Benar! Jelek ya, rumahku?" tanya Yin Yin sambil memasang wajah cemberut. "Hahaha ... tidak kok! Justru rumahmu sangat rapi! aku suka rumah ini!" ujar Shin Kui Long.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Dosen Ngebet Nikah

Dosen Ngebet Nikah

Tolong dong rebut saya dari Celline, Mba Penulis. "Idih, geli." "Saya menunggu direbut kamu." "Dih!" "Rumah Aldian tuh rumah papa kamu?" Irham mengalihkan pembahasan. "Bukan. Aa udah punya rumah juga sebenarnya, cuma dipake buat tempat produksi dan packing sebagian." "Jadi, bukan di rumah Papa?" Irham mengerutkan kening. Raina menggeleng. Dia merasa bodoh sekali karena dirinya sibuk memperhatikan wajah Irham. Kenapa pria di hadapannya semakin tampan di usia 30-an?
9.168.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (122)
Baca
+Pustaka
Nano
Akhirnya punya kesempatan untuk memberi review di novel terkeceh sejagat raya ini 😂 Sori lebay, soalnya yg nulis juga agak² gimanaaa gitu. Ntar aku edit reviewnya kalau udah tamat. Gak suka baca yang on going soalnya. Suka di-PHP. Dan gak suka gratisan aku mah 😂😂😂
Ulfah N
And the last akhirnya happy ending juga... sorry ya aku tim happy ending. maaf banget readers semua Ini baru banget bangkit dari keterpurukan. makasih yaaa yang udah nemenin aku hampir dua tahun buat nyelesaiin ini semua. Makasih yang datang dan pergi. Tanpa readers apalah arti aku. :-* Love you All
Baca Semua Ulasan
Rumah Risa

Rumah Risa

Suara deringan yang membingungkan terdengar di seluruh rumah, diikuti oleh langkah kaki yang berat dari dalam. Pintu terbuka, dan seorang wanita tua yang berpakaian serba hitam berdiri di ambang pintu. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Nyonya Harper, pengurus rumah tangga. "Selamat datang di Rumah Keluarga Wijaya, Laras," katanya dengan suara serak yang tampaknya mengandung banyak cerita. "Kami senang Anda bisa datang. Mari, aku akan menunjukkan ke kamar Anda."
10860 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
GARA-GARA NOTIFIKASI SMS BANKING SUAMIKU

GARA-GARA NOTIFIKASI SMS BANKING SUAMIKU

Berhubung usia eyang yang tidak muda lagi, aku mengimbangi lari dan langkah kakinya. Kami melewati beberapa rumah, memang jarak rumahnya dan rumahku tidak terlalu dekat, juga tidak terlalu jauh. "Ini rumahnya, Eyang, kita coba ketik, yuk!" ajakku sambil menggandengnya. "Itu ada bel, kamu tekan bel nya," suruh eyang. Kemudian, aku pun menekannya, dan menunggu mereka keluar. Namun, hingga bel kutekan empat kali, mereka belum juga keluar.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Sosok Papa

Rumah Tanpa Sosok Papa

] [Apa Susan baik-baik saja? [Aku tidak bermaksud menyakiti kalian berdua.] [Tolong, angkat teleponnya.] Aku tidak membaca satu pun pesan itu. Saat pesawat mendarat di Losanare, Susan sedang tertidur pulas. Kepala kecil Susan bersandar di bahuku, menyisakan bekas air mata yang mengering di bulu matanya. Aku menggendong Susan turun dari pesawat dan naik taksi menuju rumah lama mendiang ibuku. Itu adalah sebuah rumah kecil di pinggiran kota yang tenang. Tidak ada yang mewah, hanya terdiri dua kamar tidur, dan sebuah beranda yang dilengkapi kursi goyang. Cat dindingnya sudah mulai mengelupas, tetapi rumah itu milik kami. Ibuku mewariskannya bertahun-tahun yang lalu.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Mba Sri yang masih bersikap santai jadi ikut tertawa, "Beneran Ibu-ibu, Saya pemilik baru rumah ini. Itu suami saya, yang barusan ngomong di depan." Tawa Ibu-ibu langsung berhenti. "Beneran Mba Sri?" Bu Dwi menatap Mba Sri dari atas ke bawah. "Eh iya lho, Bu-ibu. coba liat, deh, penampilan Mba Sri. Keren. Ck, ck, ck." "Halah, paling juga semuanya pinjeman, Bu! Iya, kan, Mba Sri?" Bu Rani mencebik.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

tanya Tio. "Kerja lah, Mas. Memang kamu yang hanya di rumah dan pengangguran bisa kasih aku perhiasan. Sudah bagus aku nggak pernah menuntut kamu. Oh ya, aku kira aku akan beli rumah untuk kita tinggal. Rumah ini sudah tak layak," jawab Mila dengan menengok semua penjuru rumahnya. Memang jauh dari kata layak. Rumah bertembok kayu dan triplek. Serta sering bolong. Tikus dan kecoa sering masuk dari lubang. Siapa yang tidak risih dengan hal itu. "Masa iya kamu kerja di tempat Reva langsung banyak dapat uang. Mana mau beli rumah segala. Katakan kamu dapat uang dari mana, Mila?" tegas Tio.
16.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku [Lihat ini, bagus sekali kan? Kamu dapat oleh-oleh apa dari suamimu, Shanum?]" Pesan dari Eva, calon istri dari teman sekantor suamiku sekaligus sahabatku di waktu SMA dulu. Ia memperlihatkan sebuah Bros motif pintu Aceh berwarna gold, manis sekali.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status