Namun, Katha tak mau mengakui itu di depan Rabu.
“Sama-sama,” ucap Katha akhirnya setelah balas menyikut lengan Rabu.
“
Rumah eyangnya Mbak bagus banget lagi,” komentar Bening. Dia mengamati dinding rumah yang dicat seperti kayu.
Eyang Mar—ibu dari mama Katha—memang ingin menghidupkan suasana rumah khas Jawa. Akan tetapi karena ingin menjaga kekukuhannya, dinding tetap dibuat dengan batu bata dan semen, lalu dicat dengan motif kayu. Akan tetapi, bila dilihat dari luar, penampilannya terlihat sama seperti rumah-rumah khas Jawa. Oleh karena itu, para pelanggan eyang Katha, suka sekali berkeliling di sekitar rumah ketika membeli tembikar. Mereka bilang
Hot Chapters