Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

"Gimana, Hill? Kalau kamu setuju, besok biar Budhe siapkan kamar buat kamu. Terus, kami bantu pindahan juga. Kita hanya bertiga lho Hill di sana, jangan khawatir! Gimana?" "He'em, Nduk." terlihat jelas, Eyang berusaha untuk menyakinkan hatiku. "Di sana kan rumahnya luas, nggak sempit kayak di kos. Terus pemandangannya juga masih asri, indah. Nggak banyak polusi."
107.0K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as rumah eyang
Read
+Library
Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

*** Shera seakan tak berhenti mengerjap menatap rumah mewah bak istana berdiri kokoh di hadapannya. "Ternyata aku bisa masuk dalam rumah mewah seperti ini! Oh my God! Rasanya seperti mimpi. Dulu, aku berkhayal mengunjungi rumah mewah yang ada di Tv. Dan sekarang, menjadi kenyataan!" gumam batin Shera terpukau melihatnya. Bara menoleh. Senyumnya mengembang melihat shera tersenyum lepas. "Akhirnya kalian datang juga!" kata Eyang putri mengejutkan mereka berdua.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as rumah eyang
Read
+Library
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Dia selalu terlihat intelektual dan punya kepribadian yang lembut. Dia tidak mungkin berbuat lebih jauh terhadap sebuah "produk dewasa" di dalam gudang ini, 'kan? Aku hanya bisa berdoa dalam hati. Selama tidak ketahuan, aku hanya perlu bersabar sebentar. "Ini nyata banget! Dari mana sih asalnya? Nanti aku harus tanya ke Riana ah, aku juga pengen beli satu." Saking semangatnya, hembusan napas Tante Mila saat bicara mengenai perut bawahku. Hal ini membuat bulu kudukku berdiri.
5.6K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as rumah eyang
Read
+Library
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

tanyanya lagi, bawel. "Makasih udah nolongin, saya mau pulang. Tuh, rumah saya." jawabku sambil menunjuk rumah bercat oren, dan masih pura-pura memegang lutut, yang sebenarnya nggak sakit. cuma cari perhatian aja, biar si 'suami idaman' ngerespon. Tapi nyatanya dia diem aja. Huh, kesel!
3.7K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as rumah eyang
Read
+Library
Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Satu kata yang langsung berada di dalam benak Elen, ia kembali mengembuskan napasnya sebelum kedua kaki itu bergerak sesuai arahan dari sang suami. "Kamar nomor 15." Elen menghitung nomor-nomor kamar yang saat ini tengah ia lewati. "11, 12, 13, 14, 15." Tepat saat kedua mata dan mulut sinkron menyebut nomor 15, kaki milik Elen langsung berhenti. Di depannya saat ini, kamar pasien dengan nomor 15, sesuai dengan petunjuk dari sang suami. Namun, di luar ruangan tersebut tidak ada satu orang pun.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as rumah eyang
Read
+Library
Ku Temukan Rumahku

Ku Temukan Rumahku

Bi Sarmi tersenyum "Non.. saya selalu berada di rumah ini, jadi saya tinggal disini selama ini. Kebetulan ada Non, dan tuan serta teman-teman pembantu di rumah ini, jadi saya tidak hidup sendiri Non" "Sepertinya Bibi yang paling lama disini ya" "Benar non.. sebelumnya bahkan hanya saya dan satu orang pembantu ketika Nyonya masih hidup. Tapi setelah kematian Nyonya, Tuan menambah beberapa pembantu lagi, dan supir" "Benar.. rumah ini memang menambah pembantu lagi semenjak Ibu meninggal. Tapi seakan rumah ini sudah tidak terlalu hidup semenjak Ibu meninggal, walaupun faktanya memiliki beberapa penghuni baru"
3.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as rumah eyang
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Dan kupikir Tuhan mengabulkan itu. Terima kasih Ayah. Ingatanku di masa lalu, duduk dengan Ayah di ruang keluarga di suatu sore, kembali lagi. Aku ingat waktu itu aku masih berumur 10 tahun. Kami sedang membicarakan celengan ayam dari tanah liat milikku yang isinya sudah penuh dan ingin kupecahkan. Ayah bertanya apa yang mau kulakukan dengan uang-uang itu. Aku menjawab dengan santai bahwa uang-uang ini akan kubelikan es krim supaya di dalam freezer lemari es kami tidak hanya ada es batu. Ayah mengelus rambutku dan tersenyum waktu itu, aku ingat sekali. Lalu ia bercerita bagaimana dulu ketika Ayah masih kecil, masih seumuranku, Eyang Kakung – Ayahnya Ayah – bercerita bahwa ia membeli rumah ya
104.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as rumah eyang
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Namun, Katha tak mau mengakui itu di depan Rabu. “Sama-sama,” ucap Katha akhirnya setelah balas menyikut lengan Rabu. “Rumah eyangnya Mbak bagus banget lagi,” komentar Bening. Dia mengamati dinding rumah yang dicat seperti kayu. Eyang Mar—ibu dari mama Katha—memang ingin menghidupkan suasana rumah khas Jawa. Akan tetapi karena ingin menjaga kekukuhannya, dinding tetap dibuat dengan batu bata dan semen, lalu dicat dengan motif kayu. Akan tetapi, bila dilihat dari luar, penampilannya terlihat sama seperti rumah-rumah khas Jawa. Oleh karena itu, para pelanggan eyang Katha, suka sekali berkeliling di sekitar rumah ketika membeli tembikar. Mereka bilang
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 635 Times as rumah eyang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status