Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

“Pulanglah ke rumah. Di sana anak-anakmu akan kenal dengan saudara-saudaranya.” “Aku pasti mampir, Eyang, jika mau pulang. Aku juga penasaran dengan saudara ibu,” jawab rasti datar. Bukan pertemuan seperti itu yang diharapkannya. Entah mengapa Rasti merasa ada kemiripan sifat eyangnya dengan mantan mertuanya. “Eyang Kakung menyuruh kamu ke rumah. Kami akan menerima baik kamu, asalkan kamu mengemasi semua barang kamu dan tidak perlu lagi mengenal mereka.”
10200.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Ia menambahkan, lebih pelan tapi tegas, “Jangan biasakan mengabaikan grup keluarga.” “Iya, Ma.” Di seberang sana, Mama Arsen terdiam sejenak, seperti sedang menimbang sesuatu. “Kalian pulangnya bareng?” tanyanya kemudian, nadanya terdengar lebih lunak, meski tetap menyimpan kendali. “Iya, Ma.” “Habis dari mana saja?” lanjutnya, tanpa jeda yang memberi ruang untuk bernapas. “Aira tadi bertemu perwakilan Ivory Gallery,” jawab Aira hati-hati. “Terus Arsen datang buat jemput.”
10651 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Pemilik Rumah yang Cantik

Pemilik Rumah yang Cantik

"Karena si brengsek Edgar itu selingkuh, aku juga bisa melakukannya!" "A ... apa!" Aku kaget. Apakah orang kaya memang menghabiskan banyak uang untuk bersenang-senang? Yunita telah menjeratku, sorot matanya menawan seperti sutra. "Sejujurnya, Edgar sudah nggak hebat lagi di usianya yang sekarang. Tapi, aku berbeda. Wanita itu seperti serigala pada usia tiga puluh dan seperti harimau pada usia empat puluh ...."
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang Tuan Muda

Kontrak Cinta Sang Tuan Muda

"Rey, kenapa kamu berpikir seperti itu? Kamu adalah cucu Eyang. Pasti mereka akan sangat menyayangimu." "Benarkah, Ma?" "Tentu saja. Eyang Uti pasti akan memasak makanan kesukaanmu. Dan Eyang Akung akan mengajakmu bermain." Rey tampak sedikit lega mendengar penjelasanku. "Kalau mainan, Ma? Aku kan tidak bawa mainan." "Di rumah Eyang ada banyak mainan tradisional yang seru. Ada layangan, gasing, dan masih banyak lagi. Rey pasti suka."
1038.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Aku sungkan. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit. Akhirnya aku sampai juga di pekarangan rumah Ibu dan Ayah. Mereka memang memiliki dua rumah. Yang satu adalah rumah di mana tempat aku tinggal bersama Mas Dito. Yang satu lagi rumah yang mereka tempati sekarang. Bedanya, rumah di sini terlihat lebih asri dan nyaman. Karena Ayah suka menanam tanaman hias. "Assalamualaikum, Bu," ucapku ketika baru saja sampai di depan rumah.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
RUMAH BARU MANTAN ISTRIKU

RUMAH BARU MANTAN ISTRIKU

Hasilnya lumayan untuk kebutuhan rumah tangga kami. "Dulu kita punya rumah sederhana tapi karena kamu royal akhirnya terjual. Apa kamu lupa? Sekarang usaha juga sedang seret karena udah banyak saingan. Bersyukur ajalah dengan apa yang ada." "Itu bukan rumah sederhana tapi gubuk derita. Kenapa dulu kamu nyaman sih, Mas tinggal di sana?" "Lebih derita ini lah karena kita masih ngontrak sampai sekarang!"
1054.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Dihalaman rumah berwarna putih, mewah tak jauh beda dengan rumah Roni. "Ibu bisa tinggal dirumah ini." "Ini rumah siapa?" "Rumah ibu, pak Roni baru membelinya untuk ibu," jawab Mail yang membuat Zahra terdiam. Setelah berhasil membawa Zahra kembali, kini Mail pun meninggalkan tempat, sementara Zahra yang kini sudah berada di dalam rumah mewah itu. Pandangannya terus tertuju pada tiap sudut rumahnya, yang tampak sangat bersih dan tertata rapi.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Akhirnya Elard,Owen dan Glesa Akhirnya sampai di kediaman Elard. “Selamat datang dirumahku.” Ujar Elard Owen dan Glase melihat rumah Elard untuk pertama kalinya. “Wahh Wahh ternyata Kau sudah memiliki rumah yang begitu besar.” Ujar Owen “Ini semua berkat usahaku sendiri.” Ujar Elard “Ohh ya disini hanya ada 2 pembantu karena kau tahu aku tidak suka panyak pekerja rumah karena aku jarang dirumah beberapa hari ini.” Ujar Elard
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA AYAHKU

ISTRI KEDUA AYAHKU

Eyang membunuh Eyang kakung? Dalam ingatan yang samar, wajah Eyang kakung menjelma di pelupuk mata. Wajah tampan dengan mata dan senyum yang teduh. Dua puluh tahun yang lalu, usiaku lima tahun kala itu. Pagi sepulang dari sekolah taman kanak-kanak, rumah telah ramai. Ada bendera kuning di sana, dan tubuh Eyang kakung terbaring kaku ditutupi kain batik bermotif parang kesukaannya. Di sisi kepala, Ayah duduk sambil membenamkan kepala dalam dalam. Disebelahnya ada Bunda yang mengaji dengan suara parau. Dan juga ada Eyang putri dan Mama di sisi lain, menangis dan meratap ratap. Saat itu aku heran kenapa semua orang bersedih, kenapa rumah begitu ramai, dan kenapa Amira dan juga Huda duduk diam ti
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Apakah rumah Eyang termasuk rumah kuno? : Perabot yang ditinggalkan Kakung yang kuno, selebihnya sudah cukup canggih. Rumah Eyang rumah batu dan sudah di keramik. Sejauh pandangan Imel, rumah di daerah itu masih terbilang antik saat itu karena masih banyak menggunakan rumah kayu/panggung beratap rumbia sementara rumah Eyang terlihat sudah cukup modern. 7. Kapan si Puteh terungkap?
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status