Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Apakah rumah Eyang termasuk rumah kuno? : Perabot yang ditinggalkan Kakung yang kuno, selebihnya sudah cukup canggih. Rumah Eyang rumah batu dan sudah di keramik. Sejauh pandangan Imel, rumah di daerah itu masih terbilang antik saat itu karena masih banyak menggunakan rumah kayu/panggung beratap rumbia sementara rumah Eyang terlihat sudah cukup modern. 7. Kapan si Puteh terungkap?
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Ucapan eyang membuatku menatap pemilik rumah yang mengangkat figura berisi potret ketiga cucunya. Tangan eyang bahkan mengusap pelan potret yang ia pandangi dengan tatapan menerawang, seolah sedang mengingat masa yang sudah jauh terlewat. "Dan ia masih saja nakal seperti dulu." Dengan senyum, eyang kembali meletakkan figura. Lalu merangkul ku, "ayo, sarapan." Aku hanya mengangguk, menjajarkan langkah dengan wanita berkebaya dan jarik di sampingku, "semalam bisa tidur, Ndok?"
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

“Ini rumah Eyang Erlangga. Asal kamu tahu, Eyang menempati rumah ini saat dinas di negara ini. Ini milik seorang pengusaha yang bangkrut dulu. Eyang lalu membelinya dan membangun sedemikian rupa.” “Ta-pi ke-napa mirip dengan kediaman Mr. Matsuyama?” Mas Gavrielle menuang teh lalu menyeruputnya dengan perlahan.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Ayu menunjuk rumahnya dari kejauhan, “Itu rumah saya yang berpagar kayu jati Mas Elang,” Ayu berkata, sambil setengah menunjuk rumahnya. ‘Hmm. Rumah yang cukup asri’, bathin Elang, sambil melihat keadaan rumah itu yang sepertinya sepi-sepi saja. “Sepertinya sudah aman Ayu. Kita masuk saja langsung ya?” “Sepertinya begitu Mas Elang, sandal dan sepatu mereka juga tak terlihat lagi,” sahut Ayu, sambil melihat teras rumahnya dari kejauhan.
9.963.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Kiki's Journey

Kiki's Journey

Setelah memberi salam, aku langsung masuk menuju kamar. Rumah kami bukan rumah yang besar. Di dalamnya hanya ada dua kamar. Satu kamar untuk Kakek dan Nenek, dan satunya lagi kamarku dan Eyang buyutku- ibu dari Kakek. Dua kamar itu letaknya berhadapan, berada pada lorong yang menghubungkan ruang tamu dan dapur. "Sudah pulang? Sini makan," sapa Eyang dari dapur, dengan masih duduk di depan baskom berisi kopi, yang mungkin baru dipetiknya dari belakang rumah tadi.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama

Elang berucap datar sambil menoleh sepintas ke arah Ivanka. "Ini rumahnya Mas?”Ivanka agak merinding melihatnya. Satu lantai, besar, suram dan jauh dari tetangga. Halamannya luas sekali. Ini tak seperti bayangannya yang mengira akan tinggal di kawasan resort, yah… maksudnya nggak jauh dari lokasi pembangunan resort. "Kamu ikuti arahan mang Sarif.” Elang kembali berjalan ke arah mobilnya.
449 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Ternyata wanita cantik di sampingnya lumayan cerdas juga. Akhirnya Elang pun memboyong Amanda ke rumahnya. Rumah Elang berada di perumahan kelas menengah. Bangunannya bernuansa abu-abu. Tidak terlalu besar namun memiliki dua lantai. Elang mempersilahkan Amanda untuk menempati kamar tamu yang ada di lantai satu. Sementara Elang tidur di kamar tidurnya yang ada di lantai dua. Jadi mereka benar-benar tidur terpisah lantai.
987 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

sindir Mayang, sedikit sebal. "Ehh maaf, Mayang. Jadi, rumah mertua kamu yang mana?" tanya Gilang. Kepalanya setengah menengok ke belakang. "Itu, Lang. Rumah bernuansa jawa ... yang ada warung makannya," tunjuk Mayang. "Oh, itu … Baiklah. Kita ke sana sekarang." Gilang melajukan kembali motornya perlahan.
1046.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
KARMA

KARMA

POV RARA Sebulan berlalu, kami semua sudah pindah dan menempati rumah baru. Rasanya rumah semakin bernyawa dengan berkumpulnya kami. Mas Bima dia tidak membiarkan kami bekerja sedikitpun untuk merapikan rumah ini. Semua diurus pembantu. Namun tidak dengan makanan, kalau makanan aku dan Mama yang mengambil alih untuk memasak. Mama, dia sangat menyayangi Eyang seperti orang tua sendiri. Begitupun dengan Eyang.
9.7204.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Widya Vitaloka
Thor cerita ny jangan dbelit belitkan pake ada art baru lagi, mau cerita nya yg indah indah saja ya Thor biar cepat tamat nya. udah 1 tahun lebih Lo novel ni gak kelar. dari saya lahiran mpe umur anak saya 1 tahun. jangan tambah di lamain ya Thor, di habisin cepet aj cerita ny, indah hidup bahagiaaa
Yen Lamour
Ceritanya bagus, setiap perbuatan pasti akan ada balasannya, semangat terus ya kak thor ^^ izin numpang promo ya, ada yg suka mafia romance? Yuk mampir juga ke tempatku. Siapa tahu ada yg suka. Terima kasih ya kak thor & kakak semuanya ^_^
Baca Semua Ulasan
Dosen Ngebet Nikah

Dosen Ngebet Nikah

Tolong dong rebut saya dari Celline, Mba Penulis. "Idih, geli." "Saya menunggu direbut kamu." "Dih!" "Rumah Aldian tuh rumah papa kamu?" Irham mengalihkan pembahasan. "Bukan. Aa udah punya rumah juga sebenarnya, cuma dipake buat tempat produksi dan packing sebagian." "Jadi, bukan di rumah Papa?" Irham mengerutkan kening. Raina menggeleng. Dia merasa bodoh sekali karena dirinya sibuk memperhatikan wajah Irham. Kenapa pria di hadapannya semakin tampan di usia 30-an?
9.169.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (122)
Baca
+Pustaka
Nano
Akhirnya punya kesempatan untuk memberi review di novel terkeceh sejagat raya ini 😂 Sori lebay, soalnya yg nulis juga agak² gimanaaa gitu. Ntar aku edit reviewnya kalau udah tamat. Gak suka baca yang on going soalnya. Suka di-PHP. Dan gak suka gratisan aku mah 😂😂😂
Ulfah N
And the last akhirnya happy ending juga... sorry ya aku tim happy ending. maaf banget readers semua Ini baru banget bangkit dari keterpurukan. makasih yaaa yang udah nemenin aku hampir dua tahun buat nyelesaiin ini semua. Makasih yang datang dan pergi. Tanpa readers apalah arti aku. :-* Love you All
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status