ASHOLE
Entah apa yang sedang ia pikirkan, hanya Rio dan tuhan saja yang tahu.
Ya, usai dia diomeli oleh bibinya perkara kipas angin, ah ... mengingatnya lagi hanya bikin Rio gondok saja. Setelah itu Rio benar-benar masuk kamar dan mandi. Mood main game-nya menghilang seketika! Ya, bagaimana juga mau lanjut main game, 'kan? Kalau dirinya tetap di sana, bibinya itu tak berhenti ngomel. Nambah pening kepala Rio saja. Main di kamar, kamar yang diberikan oleh paman dan bibinya di rumah ini suasananya sangat sumpek, panas, dan pengap. Mana betah Rio berlama-lama di sini. Ibaratnya tempat yang harusnya jadi kamar, tapi cuma jadi tempat simpan baju. Rio lebih suka beraktivitas di ruang tamu. Seperti tidur,
Hot Chapters