Satria Roh Suci
Ah dibanding rumah mungkin lebih mirip dengan gubuk biasa, beratap ilalang dan dinding dari kulit pohon.
“Perimisi …Permisi …” Danur Jaya mulai memeriksa gubuk tersebut, sesekali dia mengetuk pintu, “permisi, Kisanak, Nisanak! Ada orangkah?”
Namun, tidak ada sahutan dari dalam gubuk itu. Danur Jaya akhirnya memberanikan diri membuka pintu dengan paksa, dan ternyata tidak dikunci.
Di dalam gubuk tampak rapi, beberapa perabotan sederhana tersusun di atas rak bambu sederhana.
Hot Chapters