Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Misteriusku

Suami Misteriusku

ucapku. Billa pun masuk ke dalam rumah. Rumah yang sangat sederhana, berdinding bilik bambu, serta papan kayu yang menjadi lantai. Sungguh, kehidupan di sini masih jauh dari kata modern. Namun, aku sangat menikmati tinggal di tempat seperti ini. Bagiku inilah hidup sebenarnya, sederhana, hidup seadanya, hidup impianku, tenang, nyaman, tentunya aman dari Tristan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Dia menunjuk ke gubuk-gubuk yang berdiri di tengah sawah, yang sangat berbeda dengan pencakar langit dan gedung-gedung megah yang biasanya dia lihat di kota. "Itu bukan rumah, tapi gubuk, Sayang. Tempat itu biasanya digunakan mereka untuk beristirahat sambil makan dan minum, sebelum melanjutkan pekerjakan." Aku mencoba menjelaskan konsep kehidupan pedesaan padanya, tentang bagaimana orang-orang di sini hidup dekat dengan alam dan saling membantu. Dara terus bertanya sepanjang perjalanan.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

gumam Mba Sri sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya. *** "Ini, Bu. Alamat rumah Bu Dian," Kasman menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana. Rumah khas pedesaan yang materialnya terbuat dari kayu, halamannya cukup luas, di sekelilingnya ditanami tanaman apotik hijau beraneka jenis. Terletak di pedesaan, tepatnya berada di kaki gunung Slamet. Sejauh mata memandang, tampak beberapa bukit hijau yang sebagian ditanami sayur sawi, kubis dan sebagian lagi di tanami teh-tehan. Suasana yang sangat asri, menenangkan hati dan mata siapa saja yang melihatnya.
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Dewa Pedang Tanah Pasundan

Dewa Pedang Tanah Pasundan

Burung-burung berterbangan ke sana kemari dengan lincah. Di pinggir hutan itu ada sebuah sebuah gubuk reot berukuran kecil. Gubuk itu beralaskan tanah dan beratapkan daun kelapa yang dianyam. Walaupun terlihat jelek, tapi jelas, gubuk itu membawa suatu kenyamanan tersendiri.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

Rupanya daerah itu dulunya bukit, kemudian dipakai perumahan. Mobil berhenti tepat di sisi sebuah rumah. Mataku mengerjap takjub. Pemandangan dari atas bukit ini indah sekali. Apalagi terlihat di kejauhan danau yang luas, dengan pohon-pohon hijau. "Kita sampail, Itu rumahnya." Ridwan menunjuk sebuah rumah panggung mungil terbuat dari anyaman bambu. Persis rumah tradisional tempat beristirahat di saung-saung.
9.515.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

"Iya Kek, Kakek pernah lihat wanita di sekitar sini? Wanita hamil yang jatuh ke sungai ini?" "Tidak." Bima sengaja berbohong. Karena semua ini dia lakukan untuk keselamatan Nawang. "Kakek tinggal di sini?" lirih Bagas. Terlihat sekali dia kecewa karena harapannya menemukan sang istri pupus. "Iya, di kawasan hutan sebelah sana. Saya dan istri sengaja menepi, karena lelah dengan kehidupan di luar sana yang penuh intrik dan orang-orang gila harta dan kekuasaan."
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

Mereka masuk ke dalam rumah dan cukup terkejut dengan isinya. Riggle Rundderbout hidup sangat sederhana. Hanya ada sebuah meja kecil, sebuah kursi sofa yang cukup nyaman, dan sebuah tempat tidur. Di belakang ada dapur dan perlatan masak. Di sebelah dapur ada kamar mandi. Rumah itu terbuat dari kayu Oak yang kokoh. Ada sebuah lemari kayu di pojok ruangan.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Akan tetapi, setelah membuka ponselnya dan membaca balasan pesan dari Kania yang berisikan [Datanglah, Lice. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu. Kutunggu sekarang ya.] Dirinya pun tersenyum lalu segera melajukan motornya masuk, ke dalam perumahan tersebut dan langsung menuju ke rumah Kania. Rumah minimalis berwarna putih bersih itu, terlihat begitu asri karena dihiasi dengan beraneka ragam tanaman di halaman rumah. Alice kembali ragu, saat ingin melangkah masuk ke rumah Kania.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Ia menarik napas panjang, menghela perlahan, lalu membalikkan tubuhnya menuju gubuk kecil di tengah danau. Jalan ke sana tidak dihiasi kemegahan ataupun keajaiban, melainkan kesederhanaan yang menenangkan. Gubuk itu berdiri di atas kayu penyangga yang menjorok ke air, dihubungkan oleh jembatan bambu sederhana. Tidak ada material langka, tidak ada ukiran berkilau, hanya susunan bambu yang rapi, dinding tipis, dan atap dedaunan kering yang dipilih dengan teliti.
9222.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai rumah gubuk sederhana
Tampilkan Ulasan (106)
Baca
+Pustaka
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Anak Jendral dan Desa Penyamun

Anak Jendral dan Desa Penyamun

Bara membalas dengan tersenyum Dari beberapa meter terlihat sebuah gubuk sederhana, dengan halaman yang tidak terlalu luas namun sangat bersih, gubuk itu berdindingkan anyaman bambu dengan atap dari ayaman daun nipah, terlihat sangat terawat. Bara memandang gubuk itu takjub, wajar saja karena di kotanya semua rumah dan bangunan monoton dan itu itu saja menurutnya. Setelah sampai di rumah sang nenek, "Letakkan saja nak disamping sana" Bara mengiyakan, lalu menata tumpukan kayu di tempat yang di tunjuk Nenek itu
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai rumah gubuk sederhana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status