Nafkah Batin Basi
“Gak mau, Mas! Aku gak mau pisah dari Mama. Amelia gak mungkin ngusir kami dari rumah besar ini. Di sini enak, ada AC-nya. Uang belanja juga terjamin, Amelia pasti akan tetap memberi kami uang belanja dapur seperti selama ini. Iya, kan, Mel? Kalau ikut sama Mas Leo, belum tentu bisa makan enak. Paling disuruh berhemat lagi seperti dulu. Ogah aku pokonya, Mas. Aku mau di sini saja!”
Amelia terhenyak. Perempuan muka tembok itu, bahkan lebih parah dari ibunya. Tak tau malu. Masih saja berharap makan tidur gratis di rumah ini, rupanya. Selama ini, itulah yang dilakukan Amelia. Memberi tumpangan sekaligus fasilitas segalanya buat keluarga benalu itu. Mungkinkah setelah hari ini,
Hot Chapters