Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Masakan Mertua

Masakan Mertua

Lokasinya tak jauh dari kedaiku, dan anehnya aku baru tahu soal ruko yang tengah diperbaiki itu. Sebuah papan nama terpasang di atasnya membuatku lebih terkejut lagi. Kedua mataku membulat, mulutku spontan menganga begitu membaca papan nama yang terpasang di atas ruko tersebut. 'RUMAH MAKAN MBAK LARAS' Jantungku kembali berdetak sangat cepat. Sedikit banyaknya aku bisa berkesimpulan, entah dia benar-benar tengah menuduhku karena cemburu pada suaminya, atau ada hal lain yang ia sembunyikan.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Perjalanan Patah Hati

Perjalanan Patah Hati

Raya mengamati rumah makan di hadapannya. Sebuah bangunan satu lantai yang didominasi warna merah bata, dengan lampu gantung menyala terang menghiasi terasnya yang tak seberapa luas. Di teras itu terdapat empat buah meja beton berlapis keramik dengan bangku besi yang mengelilingi. Ada etalase kaca besar yang berdampingan dengan meja kasir, memisahkan antara teras dengan bagian dalam rumah makan. Yang di etalase itu, terpampang berbagai variasi pempek dalam beragam bentuk. Ada susunan huruf yang menempel di dinding belakang meja kasir. Bertuliskan: Pempek Saga Sudi Mampir.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Pelangi di Padang Gurun Asmara

Pelangi di Padang Gurun Asmara

ucap Yitno kembali "Lokasi tempat tujuan bapak, yaitu Coto Makassar terkenal sangat ramai dan masakannya juga enak. Kalau ambil ketupatnya nanti, makan saja secukupnya. Karena sedikit atau banyak harganya sama. Harga per porsi juga sudah termasuk minum, lho," kata supir itu. Azmira yang tadi sempat diam dan bengong, akhirnya ikut antusias mendengarkan cerita dari sang supir.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Tadi pun Delia dengan seksama mendengar penjelasan dokter Yunita. Mobil memasuki sebuah rumah makan yang berbentuk doro gepak. Sangat kental dengan furniture klasik khas Jawa. Mejanya dari bambu yang di plitur cokelat. Separuh dindingnya dari pohon bambu utuh yang ditata rapi. Di tengah ruangan rumah makan lesehan itu ada lampu gantung kuno yang masih berfungsi. Seorang bapak tua menghampiri Barra dan Delia yang mengambil tempat duduk dibagian samping dekat kolam ikan koi. Di letakkannya sebuah buku untuk order makanan.
10181.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Lokasi: Ruang Makan Utama, Mansion Keluarga Wibawa Pukul 19.30 WIB. Lampu kristal chandelier berpendar hangat di atas meja makan kayu oak sepanjang empat meter. Hidangan Lobster Thermidor dan Truffle Mashed Potatoes sudah tersaji rapi.
10836 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Mengandung Benih Bos Arogan

Mengandung Benih Bos Arogan

Mahanta semakin asyik menanggapi celotehan perempuan yang bahkan ia tidak ingat namanya. “Gimana makanannya, Ziana? Enak?” tanya Mahanta saat perempuan itu kembali duduk bersama teman-temannya. Sesekali mereka menggoda Mahanta dengan senyuman termanis mereka. “Biasa saja, Pak,” sahut Ziana datar. “Yakin cuma biasa saja? Restoran ini sangat terkenal ‘loh. Menu disini nggak ada yang nggak enak. Menu favoritmu juga ada. Paru dan ayam goreng ‘kan?”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

Nantilah hari minggu, mungkin akan kupanggil tukang yang biasa membantuku membersihkan. Kami tiba di sebuah cafe baru dekat pelabuhan. Sepertinya cafe ini pemiliknya orang makassar. Aneka makanan khas Sulawesi menjadi menu utama di cafe yang berkonsep semi outdoor ini. “Nanti telepon kalau mau dijemput ya. Aku ada urusan sedikit dengan teman di jalan Ahmad Yani.” “Oke.” “Mbak Dewi, dinikmati me timenya sama Hera ya, saya tinggal dulu.”
9.346.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

Wanita itu memilih tidak lagi membaca pesan dari Mahendra lalu kemudian berfokus untuk melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Seperti rencananya di awal dia datang ke rumah makan yang selama beberapa tahun ini telah dirintis. Rumah makan itu berada di tengah kota, dulu berawal hanya rumah makan kecil yang sangaja Mona rintis untuk mencukupi kebutuhannya. Semakin lama, menu-menu yang ada di rumah makan itu semakin disukai oleh pelanggan sehingga bisa berkembang. Rencananya dulu Mona akan memberikan kejutan kepada Herman.
17.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Mahkota di Balik Tirai Cinta

Mahkota di Balik Tirai Cinta

Setiap kali ia bergerak, bayangan di dinding itu tidak mengikuti secara sempurna kadang terlambat, kadang lebih cepat, kadang menatap balik. Udara di sekitarnya dingin seperti di dasar sumur, aroma dupa bunga melati yang biasanya menenangkan kini justru membuatnya mual. Di depannya ada meja dengan cermin perunggu tua yang diwariskan turun-temurun dari keluarga Li yang tampak bergetar halus, permukaannya tidak lagi memantulkan wajahnya, melainkan kabut kehitaman yang bergerak seperti air hidup. “Jangan percayai cermin…” suara Zhao Wei bergema di kepalanya, kalimat terakhir dari pesannya sebelum kabar dari utara terputus.
721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Mantan Bos

Menjadi Istri Mantan Bos

Calantha berusaha mencari foto keluarga, ia memindai setiap sudut rumah tak ada foto keluarga yang ia temukan, hanya berbagai lukisan yang menempel di dinding. Saat dirinya telah sampai di ruang makan. Ia melihat seorang laki-laki tengah duduk. Dihadapannya telah terhidang berbagai jenis makanan laut. Dan dibelakang pria itu ada dua orang pelayan. Lihatlah meja makannya saja sangat mewah dengan berbagai ukiran di pinggiran meja, menurut Calantha meja itu terbuat dari kayu jati pilihan.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai rumah makan mahkota
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status