Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Desa Purnama

Misteri Desa Purnama

Mbok Sum bilang, dia ingin rumah itu selalu hangat walau dia tinggal sendiri. Aku semakin bergegas meninggalkan Aiden jauh di belakangku. "Mbok! Mbok Sum!" teriakku, setelah sampai di depan rumah Jaka. Kulihat pintu rumah itu sedikit terbuka. Aku dan Aiden pun memaksa masuk. "Mbok Sum ... apa Mbok ada di dalam?" Tak ada jawaban. "Mbok! " Aku pun segera berlari saat melihat Mbok Sum yang tengah berbaring di kamar dengan gorden setengah terbuka.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN

BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN

Dres rumah berwarna pastel membuatnya terlihat segar dan sangat berbeda dengan aura dingin yang baru saja meninggalkan ruangan itu. "Selamat pagi, Nona Almira," sapa Sumi dengan senyum hangat. Almira menjulurkan lehernya, menengok ke kiri dan ke kanan. Matanya berbinar penuh harap. "Bi, suami saya mana?"
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
Karena Utang, Dinikahi Sultan

Karena Utang, Dinikahi Sultan

Di sana, tak ada koneksi, tak ada kuasa, dan tak ada tempat untuk bersembunyi dari kenyataan. *** Suasana rumah Bu Sumiati siang itu hangat oleh aroma semur tahu dan tumisan bayam yang baru matang. Ima sedang menyiapkan teh manis untuk tamu yang katanya “sebentar lagi sampai.” Sementara itu, bu Sumiati duduk di kursi roda di bawah naungan pohon kamboja, ditemani Amara yang sedang menyuapi Rembulan di pangkuannya.
8.269.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
Istri Ke-4 Tuan Tanah

Istri Ke-4 Tuan Tanah

tanyanya. Sumi membalas pertanyaan itu dengan gelengan dan senyuman manis, “Aku hanya lelah. Perjalanan jauh dan hujan, sangat dingin, aku seperti menemukan kedamaian di rumah ini.” “Tapi kedamaian itu pergi setelah ada Ratih, kan? Apa Mbak Sumi juga merasakannya?” Iis terkekeh lagi. “Aku masih istri tertua di sini, jadi hormati aku, Iis.” tegas Sumi.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
AMBISI WANITA SIMPANAN

AMBISI WANITA SIMPANAN

"Tapi rumah ini dan toko memang bukan milikku, Rin! Semua milik Citra! Kenapa kamu sulit sekali dibilang?!" "Kita panggil Pak Rt saja." Tiba-tiba Sumi mendekatkan ponselnya ke telinga. Wanita tua itu tampak sudah sangat kesal. "Halo, pak. Tolong datang ke rumah, pak. Soalnya ada perampok yang masuk ke dalam rumah dan membuat keributan. Iya, pak. Iya. Kami tunggu." Setelah Sumi menarik ponselnya menjauhi telinga, dia menatap Rini. "Pak Rt di sini memang asli lahir dan besar di sini. Jadi, beliau sedikit banyak tahu sejarahnya rumah ini. Beliau juga tahu kapan rumah ini pertama kali dibangun dan oleh siapa. Oleh suami yang kamu anggap kaya atau milik orangtua Nyonya Citra. Nanti jangan kaget b
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

jawab Maya. Dengan ditemani Fardian, Maya mencari keberadan pengasuhnya, ia sedikit mengingat tentang tempat tinggal Mbak Sumi. “Apa kau yakin, menaiki bus dan ke arah Bandung?” “Iya Mas.. aku mengingatnya, dan tempat tinggal Mbak Sumi di desa Sukajadi,”jawab Maya setelah berpikir keras untuk mengingat masa kecilnya waktu berusia 10 tahun
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
Serumah Dengan Mantan

Serumah Dengan Mantan

ujar Maya sambil mengusap punggungnya. “Lumayan,” jawab Naura pelan. “Ayo masuk. Mama sudah siapin kamar kamu. Kamu pasti suka.” Naura hanya mengangguk. Setiap langkah memasuki rumah itu terasa berat. Lantainya marmer mengilap, dinding putih bersih. Aroma pengharum ruangan terlalu manis. Naura berbisik pelan, nyaris tak terdengar, “kaya hotel…”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

Dewi berusaha duduk, Ibu itumembantunya duduk bersandar di kepala ranjang. Selain Ibu itu, Dewi juga melihat seorang Bapak dan seorang bocah lelaki, tengah tidur di salah satu tempat tidur yang terbuat dari kayu. Dewi memperhatikan sekeliling. Rumah ini sangat kecil. Hanya ada dua tempat tidur berukuran tiga kaki. Sebuah meja dan tiga buah kursi sederhana, juga terbuat dari kayu. Bahkan tungku untuk masak dengan kayu bakar juga ada diruangan ini. Ruangan di rumah ini hanya ada satu. Merangkap kamar, ruang makan juga dapur. Di zaman serba canggih seperti sekarang, masih ada orang yang hidup dengan keadaan seperti itu. Sangat miris! "Saya dimana Bu?" tanya Dewi dengan memegangi kepalanya yang
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumah mbak sumi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status