Kebangkitan sang Dewa Naga
Kristal-kristal es sebesar kepala manusia jatuh dari langit, membentuk sangkar beku di sekitar Zyran.
“Jangan kau kira ini adalah kekuatan puncakku,” ujar Sahada dengan nada membunuh. “Aku belum menunjukkan apa-apa!”
Zyran kali ini tak menyela, tatapannya tajam seperti bilah pedang. Perlahan, dia mengepalkan tangan. “Aku tahu,” jawabnya tenang. "Karena aku pun belum.”
Dan saat itu, suara seperti suara ribuan bel pecah di udara.