Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Namun keduanya masih saja menangis seperti habis mengalami musibah besar.
Meski begitu, pandangannya kembali tertuju pada Mataya. Menatap wanita itu cukup lama dengan sorot mata yang sulit diartikan. Entah sedang kesal, heran, atau justru memikirkan hal lain yang tidak pernah dia ucapkan pada siapa pun.
“Kalau kamu mau, nggak cuma bisa dipandangi begitu, Kak. Tapi dipeluk dan dicium juga,” ujar Sagara, mengenyahkan lamunan Dante. “Asal kurangi ego setinggi gunung itu dulu.”