Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Sahut Kanisan membernarkan. Safa terkagetkan dengan hal itu, apakah benar di kulstar ada yang namanya kopi? Baru kali ini dia mendengarnya, dan tidak pernah melihat wujud asli kopi selama di kulstar. Bukanlah selama ini dia tidak pernah melihat kopi bahkan meminumnya? Demikian, Safa tidak pernah melihat kopi di kulstar, tapi pagi ini Kanisan mengatakan bahwa kopi ada di kulstar dan akan menikmatinya.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
SURGA SEMALAM BERSAMA TUAN IVANDER

SURGA SEMALAM BERSAMA TUAN IVANDER

“Ini, Mbak, Tuan Ivander minta kopi dibuat kayak buatan Mbak. Tapi kami nggak tahu takarannya. Jadi kami panik. Takut salah, Mbak.” Syafana menahan tawa kecil. “Astaga, kalian serius?” “Serius banget, Mbak!” jawab Jizah cepat, hampir memohon. Syafana menggeleng sambil tersenyum geli. “Nggak ada yang spesial dari kopi buatan aku, kok. Cuma pakai kopi sachet yang di pantry. Tapi airnya aku rebus dulu, bukan air dispenser. Itu aja bedanya.”
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Tolong belikan kopi jahe sachet di sana, ya, Siti. Merek kopinya itu Bintang Barat. Sama sekalian belikan beberapa cemilan untuk acara tahlilan nanti malam ya. Mbak Acha paham kok cemilannya apa saja.” Siti menatap Ami sembari mengerutkan keningnya. “Di dapur ada kopi kok, Tante.” “Di dapur kan kopi biasa. Tante kan maunya kopi jahe. Rasanya beda,” jawab Ami dengan nada lembut akan tetapi tidak mau dibantah. “Ini duitnya. Karena di rumah Mbak Citra nggak ada motor atau sepeda, kamu jalan kaki aja ya biar sekalian olahraga pagi. Dekat kok. Mbak Citra biasanya jalan kaki.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
My Unexpected Husband ( indonesia )

My Unexpected Husband ( indonesia )

Mungkin Joly akan sampai sekitar satu jam lagi. Liam menulis pesan kepada Joly bahwa ia meminta istrinya itu untuk membelikannya secangkir kopi Arabian dari tanah Toraja Indonesia salah satu kopi yang menjadi kesukaannya. Rasa kopi yang gurih dan segar yang dihasilkan kopi tersebut membuat pikiranya menjadi lebih segar saat menghadapi pekerjaannya yang selalu padat setiap hari. ***
9.116.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
OTW Menjanda

OTW Menjanda

“Boleh. Kita coba yuk, seberapa aneh.” Mereka menuju kedai yang dimaksud. Letaknya di luar, di sebuah sudut. Begitu mendekat, aroma kopi langsung menyeruak indra penciuman. “Nah, ini, Bang. Ada macam-macam jenis. Ada kopi turki, arab, aceh, belgia ….” Satria tersenyum menatap deretan menu dan beberapa alat yang dipajang. “Kopi aceh,” gumamnya.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi beraroma kuat yang aku sukai, asam dan pahit menyatu dalam pekatnya ampas. Kopi ini tumbuh berupa semak-semak berdaun hijau lumut yang menghasilkan biji-biji kecil berwarna hijau lalu berubah menjadi merah ketika siap untuk dipetik. Kopi khas Malayaka, ditanam oleh suku yang binasa. Aku menghela napas sejenak. Mereka benar-benar suku yang hebat. Aku sangat berterimakasih atas kopi mereka.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Selingkuh Dibalas Selingkuh.

Selingkuh Dibalas Selingkuh.

Sari memberikan jeruk kepada Yoko. “Terima kasih,” ucap Yoko. Ia mengupas jeruk lalu memakan jeruk itu. Setelah Sari selesai makan Sari membuatkan kopi untuk Yoko. “Pak Yoko mau kopi yang mana?” Sari memperlihatkan kopi saset dari berbagai macam merek kepada Yoko. Ia membeli kopi-kopi saset itu di warung karena tidak tahu kopi yang biasa diminum Yoko. “Tapi Aa Taufik biasanya minum ini.” Sari memperlihatkan kopi giling milik Taufik.
955 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Suami Idiotku Ternyata Mafia

Suami Idiotku Ternyata Mafia

"Untuk orang yang duduk sedari tadi di sini selama satu jam, Anda hanya meminum secangkir kopi. Itupun Anda tidak menghabiskannya. Apakah sebentmarnya Anda berniat ke cafe stau tidak?" Intuisi tajam itu .... haish, Saka membencinya. Anyelira, perempuan yang berhasil membuat bosnya jadi budak cinta itu juga memiliki pemikiran, perasaan dan intelijen yang mendekati sempurna. Apakah setiap perempaun dilahirkan seperti itu? memikiki intelugen sebaik itu? Tapi kenapa Risa tidak seperti dua orang itu? "Saya memang tidak suka kopi, saya datang ke sini hanya untuk menikmari angin laut," kilah Saka menghindar.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Ia kemudian duduk di hadapan Sabrina. “Berkas yang aku susun dua hari terakhir, hilang, hehe,” Sabrina meracau. “Kasur empuk kali ya,” Awang terbelalak. Ia langsung menyeduhkan kopi untuk Sabrina. “Nih diminum!” katanya. Sabrina mengangkat kepalanya. Ia lalu menyeruput kopinya. “Enak,” pujinya. “Itu kopi instan,” balas Awang.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Wajar saja lariku lamban, aku membawa sebuah tas besar yang lumayan berat. Cukup lama berjalan akhirnya aku menemukan Haziq dan pencopetnya, tapi apa-apaan itu? Kenapa mereka berdua malah terlihat akrab begitu dan malah mengobrol? Tidak ada tanda-tanda kalau dia baru saja menangkap orang penjahat, malah sekarang mereka seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu, dan Astaga … kenapa pencopet itu malah mencium tangan Haziq? Apa yang sudah terjadi?
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai sajak kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status