SUJUD TERAKHIR EMAK
“Mbak, jangan bicara begitu. Almarhumah sayang sekali sama kalian. Aku datang ke sini justru karena ingin berbagi, bukan buat memperkeruh.”
Rini mendengus, lalu memalingkan wajah. “Berbagi? Hm, lucu. Kamu pikir bawain nasi kotak sama sayur begini bisa nutup rasa sakit hati? Kamu salah, Sita. Sangat salah.”
Hening menyelimuti teras. Angin siang berhembus, membuat tirai jendela bergerak perlahan. Sita menunduk, matanya berkaca-kaca, tapi ia masih menahan diri.