Dinodai Sebelum Malam Pertama
“So, Sally, jangan bicara sembarangan! Tak mungkin Mas batalin pertunangan. Ya, kali Mas sudah gila kalau nekad ngelakuinnya.”
Salwa menoleh ke arahnya dengan tatapan hangat. “Maaf, aku janji gak ngomong sembarangan. Tapi … Mas Mister harus janji ke aku!”
Daniel menoleh dan tersenyum hangat padanya, “apa?”
“Mas Mister harus sabar ya! Um, kita sudah bertunangan. Bukan … bukan … Mas Mister sudah sudah melamar, khitbah! Nah, ketika wanita telah dikhitbah maka wanita tersebut tidak bisa dikhitbah oleh pria lain. Ngerti gak?” kata Salwa kini terdengar serius.