Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

“Aku yang sebenarnya jadi target. Semua ini hanya panggung.” “Yang berarti bahaya nyata bukan di sini,” timpal Sarah. “Tapi di tempat yang mereka rencanakan untukmu.” Seolah menegaskan ucapan itu, ponsel Nayla berdering. Nomor tak dikenal. Ia mengangkat, dengan Sarah merekam pembicaraan. “Ny. Kusuma, semoga Anda menikmati pertunjukan kami malam ini.” Suara yang keluar terdengar berat, diproses secara elektronik, tak mungkin dikenali.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as salah sasaran
Read
+Library
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

Namun, yang membuat mencekam adalah adanya catatan tangan di belakang foto yang berbunyi, "Target utama untuk membuat Fajar hancur." Fajar menarik napas dalam-dalam, menenangkan amarah yang mulai membara. "Apa maksud mereka? Kenapa Sarah menjadi target?" Andri menjawab dengan nada serius, "Karena Anda. Mereka tahu Anda adalah penghalang terbesar mereka. Jika mereka tidak bisa menjatuhkan Anda secara langsung, mereka akan menyerang orang yang paling Anda cintai. Dan dari investigasi saya, mereka ingin menghancurkan mental Anda perlahan, agar Anda menyerah dengan sendirinya."
1.5K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as salah sasaran
Read
+Library
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Mereka kini bicara yang garing - garing saja, sekedar isi obrolan, padahal mata mereka sama, yakni pantau apakah si Mata Satu sudah muncul di cafe mewah ini. “Salman…lihat k arah jarum jam bagian selatan, orang yang kita cari-cari muncul,” bisik Sarah dan anehnya kini dia pakai bahasa indonesia dengan lancar, tak lagi Bahasa Arab seperti tadi. Salman pun melirik dan darahnya langsung mendidih, karena di samping si mata, juga ada Kursai, musuh besarnya yang merampok dan membunuh Soleha.
1061.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as salah sasaran
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Lambat. Tapi pasti. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada takut. Hanya— tujuan. “Target semakin tidak stabil,” salah satu dari kata mereka. “Prioritas dinaikkan.” Aku menatap mereka. Dan sekarang— aku melihat sesuatu yang sebelumnya tidak kulihat. Di belakang mereka. Jauh. Seperti bayangan. Sumber. Sinyal. Dan— seseorang.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as salah sasaran
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Pengalihan untuk apa lagi?” Adrian menunjukkan layar ponselnya pada Radit. Di sana, terpampang sebuah cetak biru yang tampak seperti diagram sistem perpipaan raksasa, dengan beberapa titik yang ditandai merah. Di bawahnya ada sebuah pesan singkat: ‘Mereka tidak lagi menargetkan makanan. Mereka menargetkan sumbernya.’
1.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as salah sasaran
Read
+Library
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Damian menyandarkan punggungnya, pikirannya sudah mengunci satu target yang saat ini sedang asyik bersenang-senang tanpa menyadari bahaya besar sedang mengintainya. ‘Aku akan menemukanmu kali ini, Bianca..’ ***
1043.9K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as salah sasaran
Read
+Library
SALAH MEMILIH SUAMI

SALAH MEMILIH SUAMI

bisiknya pelan. “No … No … No …,” jawabku sembari memaikan telujuk di depan wajahnya. “Jadi mau ngapain?” “Mau ngamalin doa yang diberi petugas KUA,” jawabku terkikik. “Yakin?” “Yakinlah.” “Jangan nyesel ya?” “Nyesellah!” “Kenapa?” Atha berhenti dan mendongak. “Nyesel kalau cuma satu ronde saja! hak!” godaku bersiap menerkam.
8.536.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as salah sasaran
Read
+Library
BOS MAFIA ITU, TARGETKU!

BOS MAFIA ITU, TARGETKU!

Salah seorang pengawal Oliver membebaskan diri lalu melancarkan tembakan kepada Edhie bersamaan dengan Aaron yang melesatkan pelurunya juga ke arah pengawal Oliver itu. Keadaan hening seketika, ketika suara tembakan yang teredam suppressor itu memuai di udara. “BOS!!!”
101.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as salah sasaran
Read
+Library
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Tangannya terulur untuk mengambil roti yang menarik perhatiannya sedari tadi dan mulai memakannya. Saat ini mereka tengah berdiri di samping meja konsumsi. Acara yang dibuat santai di salah satu hotel itu berlangsung dengan hangat dan menyenangkan. Mereka benar-benar berbaur dengan awak media, tetapi tetap dengan satu tujuan, yaitu membuat citra baik untuk perusahaan. "Bukannya Mas Saka batalin? Nggak jadi lembur?" Senyum Fasya merekah. Dia menatap Dinar dengan wajah konyolnya. Bahkan cengirannya membuatnya terlihat bodoh.
1042.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as salah sasaran
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status