Suami Warisan
Kedua otot lengannya bertonjolan ketika ia melipat tangannya di depan dada.
“Assalamualaikum…,” sapa Rengganis. Ia menegakkan tubuhnya, berdiri di samping motornya yang masih menyala.
“Waalaikum salam warahmatulahi wabarakatuh…,” suara dalam itu menjawab salamnya.
Ah, ternyata dia bukan dedemit, pikir Rengganis. Mana ada dedemit yang menjawab salamnya?
Lelaki itu mengulum senyum, seakan mendengar pikirannya. “Wilujeng sumping, Nyai.”