Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
"Nanti saja. Malam kemarin usahaku gagal, aku yakin itu gara-gara dia. Bagaimana mungkin Aditya sudah di atas puncak, tiba-tiba turun kalau bukan karena sesuatu. Dia pasti punya piaraan juga. Zaman sekarang banyak munafik. Banyak orang berkedok ustadz, padahal kelakuan lebih bejat daripada binatang."
Uwa Winarti tersenyum congkak. "Lalu?"
"Biarkan dia tenang dan bersenang-senang dulu. Saat dia lengah, baru kita bermain. Nanti aku kabari lagi."
***
"Umi?! Om Adit?" teriak Salsabila begitu dua sosok yang sedang menunggunya. Ia berlari hingga menabrak ibunya. "Salsa kangen."
"Umi juga kangen," bisik Salwa sambil memeluk erat tubuh mungil putrinya. Sesaat kemudian ia melepaskan pelukan. Ia meny