ISTRI SIRI TENTARA ALIM
“Sebaiknya Mas Alzam bicara langsung dengan dia, bukankah kalian bersahabat sejak kecil?”
Alzam termenung. “Saya tidak tahu dari mana harus memulai, Mbok. Sudah terlanjur… saya sudah menyakitinya.”
Mbok Sarem menepuk bahu Alzam lembut. “Dipikirkan pelan-pelan saja, Mas. Sekarang ayo makan dulu. Kebetulan, sambal terasi yang tadi dibuat oleh Lani.”
“Wah, enak dong, Mbok!” ucap Alzam sambil tersenyum tipis, mengikuti langkah Mbok Sarem ke meja makan.