Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Sang Biduan

Dendam Sang Biduan

Sebuah handy talkie mengeluarkan bunyi berisik tak jelas. Dex meraih Handy Talkie itu dan mengatur ulang frekuensi nya. Perlahan terdengar lirih suara tangisan disertai suara yang menegakkan bulu diseluruh tubuh bagi siapapun yang mendengarnya. Dia, pantas mati!
102.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 94 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Rencana Sandy adalah menangkap Yu Shi dan Baili Zhe hidup-hidup dan memaksa mereka untuk menyerah kepada para iblis, sehingga melemahkan moral pasukan manusia. Itulah sebabnya, setelah mengepung Baili Zhe dan Yu Shi, Sandy tidak langsung menyerang. Sebaliknya, dia mencoba membujuk mereka untuk menyerah. Mendengar kata-kata Sandy, Baili Zhe, yang terlalu malas untuk membuang-buang kata lagi dengan bajingan ini, menoleh ke Yu Shi dan yang lainnya dan meraung, "Tuan-tuan, ikuti saya dan serang! Biarkan para iblis sampah ini melihat kekuatan kita! Membunuh satu saja sudah cukup!" "Membunuh dua orang adalah bonus, tetapi jika kita bisa mengalahkan Sandy, bahkan jika kita semua mati, itu tetap aka
1041.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 874 Beses bilang sandhi yudha
Ipakita ang mga Review (10)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi: judul: kehidupan kedua pangeran author: nickie yang suka cerita regresi, misteri, menyelamatkan keluarga dan bumbu romance bisa dicoba baca di sini... saya tunggu sarannya ya untuk perbaikan ke depan
Basahin ang Lahat ng Review
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

Di belakangnya, suara Don Alessandro terdengar tenang namun mematikan: “Permainan baru saja dimulai, Zayn.” Zayn berhenti sesaat, lalu menjawab tanpa menoleh: “Memang. Dan kali ini… aku tidak bermain sendirian.” Pintu tertutup. Dan jauh dari sana, Sarah berdiri di depan jendela kamar, jantungnya berdegup keras tanpa tahu bahwa dua dunia telah resmi bertabrakan. Bukan lagi soal pelarian. Ini perang. Sarah merasakan sesuatu berubah bahkan sebelum ponselnya bergetar.
10967 viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Gantari

Gantari

Ada yang tengah bermain lompat tali, gobak sodor, dan ada juga yang hanya duduk sembari bercanda ria. Senyumku terkembang karena kenangan masa kecilku. Dulu sekali aku dan Sekar setiap malam ada di lapangan ini bermain lompat tali bersama dengan anak-anak yang lain. Permainan tidak akan berhenti sampai para orangtua datang dengan menenteng sapu. Ah, sepertinya sapu adalah senjata utama para orang tua di jaman itu. Aku ingat betul, pernah aku terjatuh hingga lutut terluka dan berdarah. Aku tidak berani pulang dan hanya mendekam di pojok lapangan ditemani Sekar dan juga Aji.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Mandul

Mandul

Riri menatap pantulan dirinya di cermin. Ada bekas kebiru-biruan di pipi mulusnya yang seputih susu. Selama empat tahun pernikahan, Ayus tak pernah mengangkat tangannya untuk memukul. Namun kali ini berbeda, demi wanita yang baru hadir dihidupnya Ayus tega mendaratkan tangannya di pipi Riri. Bukan hanya perih sehabis ditampar, namun juga membuatnya semakin perih di hati.
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 179 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

"Aku tak peduli sekalipun kau sang pendosa. Aku dan kamu sama-sama manusia yang punya masa lalu. Dan kita juga sama-sama punya masa depan. Sebesar apapun dosamu, aku tak peduli. Maukah kau menjalani dari awal bersamaku?" Lela paham betul perkataan Yoga. "Kau bulan, sementara aku hanyalah wanita pendosa. Tak pantas wanita sepertiku berjalan bersamamu. Kau tak perlu memikirkanku. Biarlah aku menyatu dengan debu pada selembar kain." Lela kembali menatap lurus. Air mata telah kering bersama dengan embusan angin. Wanita itu berdiri meninggalkan Yoga sendirian. Ada perasaan kecewa, tetapi Yoga berusaha mengerti. Di balik langkah yang sudah mantap ia mabil, pasti akan ada ujian menyapa. Pria itupun
103.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 144 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Brajasena Sang Ksatria

Brajasena Sang Ksatria

Kedua belah pihak saat ini berada dalam situasi yang serupa: kelelahan dan hanya memiliki sedikit energi spiritual tersisa, dan keduanya memegang Barang pusaka tingkat Menengah tingkat Mendalam! "Membunuh!!" Keduanya berteriak dan terlibat dalam pertempuran sekali lagi, bahkan suara Dewandaru Juna jauh lebih maskulin dari sebelumnya! Pedang dan pedang beradu, setiap benturan menghasilkan percikan api yang hebat dan suara yang memekakkan telinga… membuat telinga orang sakit. Noda darah di Brajasena dan Dewandaru Juna bertambah banyak, dan beberapa saat kemudian, keduanya tertutup darah sepenuhnya…
101.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 39 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Jodoh Yang Dinanti

Jodoh Yang Dinanti

Siapapun dan yang tinggal di daerah mana pun mereka dapat mengikuti kajian tersebut. Kyai Hasan mengangguk, "Muhun, mangga atuh." Setelahnya beliau di antar Kang Santri serta Ustaz Ridwan menuju madrasah yang berada di dekat gerbang utama pesantren. *** Sang surya sudah berada di pertengahan hari, teriknya membuat para santri yang sedang berlatih memanah di tengah lapangan berumput itu mengeluarkan banyak keringat. Namun, hal itu sama sekali tidak membuat mereka mengeluh. Sebab, selain karena olahraga tersebut sangat menantang sekaligus menyenangkan, tetapi juga sangat digemari oleh para santri maupun santriwati.
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Lantainya lembap, dinding-dindingnya basah oleh rembesan air, dan cahaya obor dari dua sisi menciptakan bayangan ganda yang menari setiap kali ada gerakan. Sekar mengambil posisi. Kuda-kuda rendah, berat tubuh bertumpu ke kaki belakang, belati di tangan kanan menjulur ke depan dengan sudut yang diperhitungkan, tangan kirinya terbuka menjaga keseimbangan. Semua dilakukan dalam satu gerakan mulus yang efisien, tanpa satu pun langkah yang terbuang sia-sia. Sagara mengakui dalam diam bahwa wanita di depannya ini adalah petarung yang dibesarkan oleh perang.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Peringatan Berdarah Setelah lima belas menit yang terasa seperti seumur hidup, pertarungan akhirnya berakhir. Lima pria bersenjata tewas, sementara sisanya melarikan diri sebelum bisa ditangkap. Dimitri berdiri di tengah kekacauan itu, darah menetes dari lengan kirinya yang terkena goresan peluru. Dia mengabaikan rasa sakitnya dan berjalan ke arah salah satu pria yang masih hidup.
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang sandhi yudha
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status