Nikahi Saja Sahabatmu, Mas!
“Aku bilang pengin sate kemarin. Sekarang aku malah kepengin martabak cokelat keju.”
Rafli mematung sejenak, lalu tersenyum sambil mengangguk. “Oke, aku keluar lagi beli martabak.”
Aku terkikik kecil. “Kamu serius? Aku bercanda kok. Sate ini juga cukup.”
Namun, Rafli tetap bersikeras. “Bercanda atau nggak, aku pengin kamu bahagia.”
Dia berbalik menuju pintu, tetapi aku menarik lengannya. “Jangan pergi, aku benar-benar bercanda.”