SENJA YANG KELABU
"A-a-aku sayang kamu Angkasa."
Tapi sayangnya telpon sudah dimatikan oleh Angkasa, Sari merasa hatinya teramat sakit, ia tak mengerti mengapa Angkasa menjauhinya, fikirannya berkecamuk, semua tanya memenuhi isi kepalanya, apakah Angkasa menjauhinya karena Ayahnya, atau karena Sinta atau memang Angkasa tidak suka berteman dengannya, air mata Sari terus membasahi pipinya, ia merasa benci dengan dirinya sendiri, mengapa harus hatinya begitu lemah dan jatuh cinta kepada orang yang tidak bisa ia miliki, Sari bangun dari kasur menuju kekamar mandi dengan jalan yang masih pelan - pelan, karena badan nya memang masih terasa lemas, membasuh wajahnya yang penuh dengan air mata, lalu Sari berjalan menu
인기 회차