Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tante Lusi Yang Menggoda

Tante Lusi Yang Menggoda

Begitu melihat wajah cantik penuh pesona itu, rasanya langit runtuh di atas kepalaku. "Tante Lusi?" "Ko ... kok kamu di sini?!" Nama lengkap Tante Lusi itu Lusi Samanta, ibunya sahabat dekat istriku. Usianya sudah empat puluhan, tetapi penampilannya luar biasa mempesona. Wajahnya cantik dan elegan, tanpa kerutan usia sedikitpun. Malah seperti buah persik matang, semakin tua semakin menggoda.
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
AH! BRONDONGKU SAYANG

AH! BRONDONGKU SAYANG

"Suaranya... kedengaran aneh, aku juga dengar kalau dia kayaknya lagi nangis!" Tubuh Rendra seketika kehilangan tenaganya. Cengkeramannya di kerah Arhan terlepas. Langkah kaki pria itu mundur dua tapak sebelum akhirnya menghempaskan diri di atas sofa. "Alia..." cicit Rendra, suaranya nyaris tenggelam oleh deru AC ruangan. "Bayiku..."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Dan di antara mereka, dua orang yang paling muda dan paling mencolok. Yang pertama adalah seorang gadis berumur dua puluh satu tahun. Rambutnya hitam panjang yang biasanya selalu tertata rapi kini kusut dan berdebu. Wajahnya cantik dengan mata besar yang berwarna cokelat gelap, hidung yang mungil, dan bibir yang penuh. Meskipun tubuhnya juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang luar biasa, ada sesuatu di matanya yang berbeda dari anggota keluarga lainnya. Bukan keputusasaan. Tapi tekad yang masih menyala. Namanya Soraya Lontaan. Cucu kesayangan Leo Lontaan.
938.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
IPAR GAK ADA AKHLAQ

IPAR GAK ADA AKHLAQ

love you All 😘😘😘 ***** ****** ******* ****** Tetep staytune yaaaa Sayang2nya mamakkkkkkk...... Setia terus yuk ikutin kisah Luna 😘😘😘😘 ******* ******* ******* ****** ******* ******** ******** Bakal makin seru nih kelanjutannya, yuk simak terus kisahnya ya Shay... Mamak sayang kalian semua .... Ditunggu next nya 😘😘😘😘
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Lalu Bu Sukma muncul dari belakang Yuda dan berbisik,"Jujur mama lebih suka Agista dari pada Yuni," Yuda tak mampu berkata apa-apa mendengar pernyataan mamanya, dia hanya terdiam dan terus memandangi punggung Agista. "Hai ikan! Andai saja kamu tahu betapa sakitnya hati ini harus melihat pengkhianatan cinta di depan mata kepalaku sendiri," Agista bicara pada ikan-ikan yang ada di kolam kecil milik keluarganya Yuda tersebut.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
Kerayon patah

Kerayon patah

ujar dyon terlihat paham betul keadaan melani, karna memang dyon pernah ada diposisi itu apaan sih loh, sok tau bener deh, gua gak apa apa kok dyon dan gak kenapa kenapa " ujar melani berusaha meyakinkan, meskipun yang dikatakan dyon itu benar Ya sudah, tapi kalo saran gue sih lebih baik lo ngomong aja, biar hati lo merasa lega mel " dyon mengedipkan salah satu matanya, expresi agak meledek
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

dusta Langit karena malu jika mengakuinya. “Kamu emang good dalam segala hal, terutama good rekening yang nggak tertandingi,” puji Melody. Melody langsung membuka laptop Langit, memasukkan sandi atas nama dirinya dan password ulang tahunnya. “Nonton sebentar aja,” bujuk Melody, dan ekspresi Langit begitu aneh, “nggak perlu malu, Honey.” “Kamu nonton sendiri saja, badan saya rasanya capek semua. Ingin tidur,” kata Langit.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
SESAL SANG MANTAN

SESAL SANG MANTAN

Biarlah dia istirahat sejenak, pikir Bu Ine mengalah dan menelan kecewa atas rasa ingin tahunya yang tak terpuaskan. Beberapa saat kemudian telepon rumah berdering nyaring dan Bu Ine gegas menghampiri untuk menjawab panggilan. “Assalamualaikum, dengan keluarga Sasongko di sini. Ada yang bisa dibantu?” sapanya dengan nada ramah.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Airnya gelap keperakan, memantulkan bintang-bintang yang bergetar. Lan Shu meletakkan bayi itu di atas papan kayu kecil yang telah disiapkan sebelumnya. Di dada bayi, ia menggantungkan liontin giok sungai. Air menyentuh papan. Arus perlahan membawa Liang An menjauh dari gunung yang kini menyala. Lan Shu berlutut di tepi sungai, menangis tanpa suara. Di kejauhan, puncak Gunung Tiga Tungku runtuh.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai sayu lonte
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status