Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Complicated

Complicated

★☆★ "Kamu terlalu sibuk mendamba matahari, sampai tidak menyadari bahwa kamu adalah langit untuk orang lain." "Astaga Harsa Rama Gasendra! Lo kemana aja sih dari semalem gue teleponin gak diangkat. Cewek lo tuh nyusulin gue, ngadu katanya lo ninggalin dia. Gila lo yah kalo si Tara kenapa-kenapa gimana?" pagi-pagi sekali Farazz sudah sibuk dengan ponsel di telinganya, mundar-mandir dia di depan tenda hanya untuk menelepon Harsa. Satu hal yang Farazz tidak mengerti, alasan kenapa lelaki itu pergi tanpa pamit dari perkemahan ini, apa urusannya jauh lebih penting daripada tanggung jawab Harsa di sekolah?
2.3K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as scarce
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

Cibir buk juli Erika melihat ikanbelanjaan yang diambil, lagi - lagi benar kata buk juli mungkin tak akan cukup jika nenek sudah tinggal disini dengan porsi yang sebelumnya. Meski ikannya bisa dibagi tiga itu pasti terlalu kecil jadinya. "Yah ka, nih tambah lagi satu ekor ikannya". Bu ida menambahkan satu potong ikan lagi kebelanjaan erika.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as scarce
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

ujar Arzan dan tertawa karena perkataannya sendiri. **** Xaviera mengeluarkan semua belanjaannya dari bagasi mobil. Dia berbelanja untuk kebutuhan bulan ini. Barang belanjaannya begitu banyak sehingga dia harus bolak balik mengambil semua belanjaannya. "Ha … seharusnya aku mempekerjakan satu pembantu," ucapnya sambil memegang pinggang nya yang mulai terasa sakit. "Mengapa aku cepat sekali tua?" tanyanya pada diri sendiri.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as scarce
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Rasanya melegakan, setelah terlepas dari semua alat itu. Saat Mawar hendak turun dari ranjang, kakinya tidak bisa di gerakan, malah terasa sakit jika dipaksakan. Pun tubuhnya terasa lemah tidak bertenaga dan perutnya sangat lapar. Mawar ingin minum dan makan sesuatu tapi tidak tahu apa yang harus dia makan, di atas nakas bahkan tidak ada apapun selain kotak tisu dan satu vas bunga.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as scarce
Read
+Library
SCANDAL

SCANDAL

Imam tidak menjawab ucapan dari Anna. Saat Imam hendak meninggalkan kamar, tiba-tiba Anna memanggil nya. "Mas, skincare ku habis. Minta uangnya untuk beli donk," pintanya dengan manja. Lalu Imam pun menyerahkan kartu debit ke Anna. "Aku tidak punya kartu kredit, yang ku punya kartu debit saja," "Dan satu hal lagi, cukup beli seperlunya saja," titah nya. Anna begitu bahagia saat menerima kartu debit tersebut dari kakak iparnya.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as scarce
Read
+Library
FORBIDDEN SCANDAL

FORBIDDEN SCANDAL

Sepekan sudah Alex tak ada kabar. Sudah beberapa kali aku mencoba menelponnya. Namun, kedua nomornya tak satu pun aktif. Wa terakhir yang kukirim pun juga belum dia baca. Sehingga aku tak bisa mengetahui kabar beritanya. Membuatku cemas, khawatir, memikirkannya apa yang tengah terjadi pada suamiku. Apakah mungkin gawainya tak mendapatkan sinyal di sana? Ah! Rasanya tak mungkin, di negara yang maju akan teknologinya, bisa susah mendapatkan sinyal. Kecemasanku semakin menjadi.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as scarce
Read
+Library
Mendadak Miskin

Mendadak Miskin

Pevita turun mendekati Rafa dan dia melihat beberapa orang berseragam sama membawa perabotan dari dalam dapur. "Berhenti! Apa yang kalian lakukan dengan benda-benda milikku!" teriak Pevita dengan mata melotot ke arah beberapa pria berseragam tersebut, namun diabaikan oleh mereka. "Vita," panggil Rafa dengan lirih. "Apa yang sedang terjadi, Rafa? Kenapa orang-orang mengambil semua perabotan kita?" tanya Pevita panik. Mata Rafa menatap sedih ke arah Vita. Dia harus bersandiwara sebaik mungkin. "Aku bangkrut, Vita."
3.2K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as scarce
Read
+Library
SCANDAL

SCANDAL

“Kamu inget sama Veronica, Bith? Dia ‘kan demen banget beli barang branded di Paris!” “Veronica, temen SMA-mu itu, Kak?” Mabella mengangguk dengan matanya yang masih menatap ke etalase-etalase tenant branded itu. “Kata temenku di kampus, kalau kita mau nyari barang branded dengan harga murah, kita bisa belanja di La Vallee Village sama Marques Avenue,” ujar Tsabitha setengah berbisik sambil ikut-ikutan menatap ke etalase tenant di depannya. “Oh ya? Sampai berapa persen murahnya?”
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as scarce
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as scarce
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Safa tersenyum, lebih tepatnya meringis. "Lebih baik mampir di kafe ku, yuk?" Safa menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal. Safa hanya punya uang untuk makannya selama sebulan ini, itupun ia dapatkan dari sisa uang beasiswa semester terakhir. Cukup untuk menyambung hidup dengan menu makan sederhana, biaya skincare juga perlu, belum lagi jika ada keperluan mendadak. Sayang sekali jika uangnya terpakai untuk bersantai di kafe yang jelas tak akan membuatnya kenyang.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as scarce
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status