Dosa dalam Cinta
Retakan kecil muncul di depan batu nisan, bercahaya merah samar, dan suara tawa kecil terdengar, tinggi, melengking, memecah malam seperti jarum yang menembus kulit.
Dari balik kabut yang menggulung, muncul bayangan lain—tinggi, kurus, dengan mata merah menyala yang menyorot tajam, penuh kebencian dan lapar yang tak terpuaskan. Di tangannya, tergenggam potongan kain putih lusuh yang berlumuran darah, dan di dadanya, bercahaya samar, simbol yang sama dengan milik Sekar, berdenyut seperti jantung kutukan yang hidup. Suaranya terdengar, berat, dingin, dan menusuk tulang, “Kau pikir bisa menghapus dosa dengan kata-kata, Satrio? Kau pikir bisa menyelamatkan satu jiwa tanpa menyerahkan yang lain?
Hot Chapters