Penyesalan
Ditunjang oleh status ekonomi yang lebih dari kata memadai, ia menjadi magnet yang menarik orang untuk lebih dekat dengannya, meskipun dengan motif tertentu.
Aura berbeda. Ia adalah seorang kutu buku. Aura lebih menyukai mengurung diri di kamar dengan buku-bukunya, dibanding harus pergi keluar rumah. Tidak heran bila ia selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya. Ia sama sekali tidak berminat mengikuti jejak kakaknya, meskipun ia juga memiliki paras tak kalah cantik dari sang kakak. Begitupun suara merdunya.
"Sya, handphone lu bunyi terus, tuh," ujar Ridwan, penggebuk drum yang duduk persis di samping tas Alisya.
Bab Populer