Karma Ipar yang Sengaja Menahan Utang
"Bayar utangmu jika tidak ingin nama baikmu rusak. Saya minta baik-baik, tapi kamu menyepelekan. Apa tidak malu, seorang istri kepala sekolah, sudah sertifikasi, punya rumah mewah, mobil mahal, perhiasan lengkap, tetapi utang kepada tukang ojek tidak dibayar?"
"Safwan!"
"Bayar!" Safwan mengulurkan tangan, tanda meminta sesuatu. Volume suaranya diturunkan. Akan tetapi, nada yang terucap justru terdengar lebih tajam. Mendesis dingin.
"Sekarang tidak ada Safwan."
"Jual salah satu kendaraanmu, atau perhiasanmu. Lusa saya akan datang lagi. Jika tidak, jangan salahkan jika namamu viral."
Hot Chapters