Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Dia juga seperti sedang menahan muntah tetapi tak mampu berbuat hal lain selain menenggak tiga teguk minuman itu. "Itu cairan apa, Mbah?" Aku bertanya. "Itu kopi fermentasi dari tujuh macam kotoran kerbau dengan jenis berbeda," jawab dukun yang lebih banyak diam. Bang Robi yang hendak muntah segera dicegah oleh dukun satunya yang mengancam, "Kalau dimuntahkan, gancet ini tidak akan bisa lepas sampai kapan pun." Entah apa yang ada dalam pikiran Bang Robi. Pasti kesal dan mual sekali rasanya. Entah bagaimana rasanya minuman itu. Aku tak sanggup membayangkan.
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
My Possesive Cassanova

My Possesive Cassanova

Sam menimpali. Belum pernah ya? Amanda tersenyum dalam hati. "kalau nyatanya dia kepo terus naksir gue, lo mau apa?" sahut Amanda menggoda Sam. Sam melirik ke atas lalu mendengus keras, "Neng gue kasih tau ya, cowok itu maunya sama cewe baik-baik, bukan sama cewek brengsek macem elo, gebetan di mana-mana, paha ke mana-mana, bahkan cowok brengsek di dunia pernovelan juga maunya sama cewek baik-baik, kalaupun ada yang mau sama cewe bad. Mentok-mentok cewenya cuma tukang bolos, bukan tukang pukul, tukang mangkal di perempatan macem elo"
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Pemikat Wanita

Sang Pewaris Pemikat Wanita

Sepatunya menyentuh batu alam yang terasa dingin dan kokoh. Di sisi kanan, kolam koi besar berkilau di bawah cahaya sore. Airnya sebening kaca. Ikan-ikan koi premium... merah putih, emas, hitam bercorak perak—berenang tenang di antara bebatuan alam dan lampu taman bawah air. “Kolam koi ini impor dari Jepang, Pak. Sistem filtrasinya otomatis,” jelas Ziva.
10989 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Lelaki kurus dan kecil yang sudah banyak umur itu mengusap-usap kepala Angon Luwak sambil mengucap terima kasih atas tekad sang bocah yang tidak mau menunjukkan tempat tinggalnya. "Si Kapak Kembar adalah orang sesat yang ingin menguasai aliran hitam sejak dulu. Sekalipun ia tak bakal mampu memaksaku, tapi aku menghargai niat baikmu, Angon Luwak. Sekarang pulanglah dulu dan urus kambingmu, aku akan melayani kedua tamuku ini. Nanti malam datanglah kemari bersama teman-temanmu, aku akan mendongeng tentang tokoh-tokoh yang masuk dalam aliran hitam. Kau dan teman-temanmu pasti akan tertarik mendengarkannya."
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

suara Bumi bergetar pelan, menyembunyikan badai emosi di dadanya, "hanya demi memakan sepotong tempe bersamaku di pinggir jalan, Senja?" "Daging Wagyu Narendra dimasak dengan kesombongan dan pamer harga diri," balas Senja lugas, menyuapkan nasi ke mulutnya. "Tempe ini dibeli dengan sisa uang halal dari keringat suamiku. Jauh lebih lezat ini, Mas."
187 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
SUAMIKU BOS GILA

SUAMIKU BOS GILA

“Kemarin malam kamu kayak orang nggak waras, goda-goda saya, bicara sok seksi, pakai baju dinas malam dan dandan menor.” “Emangnya saya kelihatan kayak orang nggak waras ya Pak semalam?” “Ya!” Biru melengos melihat ke luar mobil, mendengar jawaban singkat penuh penekanan Benua tadi membuat Biru ingin memaki-maki lagi kelakuannya semalam. ***
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

“Kamu ke Tembalang kan Di? Bareng aku sekalian aja, kan kita searah” “Aku mau ke tempat sepupuku mas di Banyumanik. Kejauhan kamunya. Tapi ya ayok aja sih kalo kamu maksa” Akhirnya mereka berdua tertawa menuju ke parkiran belakang Lawang Sewu. Sepanjang perjalanan, Setya banyak bercerita tentang hari – harinya. Diana hanya melihat keluar jendela dan sesekali mengangguk. “Makasih ya mas udah dianterin. Hati – hati di jalan ya”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Cowok Culun

Terjebak Cinta Cowok Culun

"B aja tuh, ngapain juga kangen sama cowok lemot." Tasya berdecak, sedangkan Mery dan Aldevan sudah duduk di kursi hadapannya. Mery membuka bekal pink miliknya dan Aldevan mulai menyumpal headset di satu telinganya. Lagu imagination milik Shawn Mendes langsung mengalun di telinga cowok itu. "Pacar makan dulu bekalnya, mau aku suapin?" tanya Mery. "Boleh. Tapi kamu yang masak yang harus coba dulu."
9.331.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Artinya … jika si pemuda di depannya itu tak menahannya, maka dialah yang akan mendapatkan nasib buruk itu. Sebuah letusan lagi membuat keadaan tempat itu menjadi sedikit kacau. Ternyata di copetnya terkapar di sisi trotoar. Sesaat kemudian muncul beberapa orang laki-laki yang berpenampilan preman sembari memegang senpi genggam. Tampaknya mereka adalah para reserse yang telah mengawasi pergerakan sang copet lalu melumpuhkannya.
532 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Keduanya duduk di depan warung yang bertuliskan ‘buka 24 jam’ Warung ini seperti warteg, tapi tidak juga seperti warteg. Dipenuhi dengan lampu-lampu membuat sekeliling yang gelap terlihat terang. Terlihat nyaman untuk dinikmati di malam yang dingin ini, apalagi ditambah adanya penjual sate, jagung dan makanan yang dibakar lainnya, menambah kesan betah untuk siapa saja yang mampir. “Mau minum? Teh, susu, kopi atau—”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai sempak cowo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status